Minggu, 09 April 2017

Waspada Ulama Suu'

AKHIR ZAMAN, AWAS ULAMA SUU’

Di akhir zaman, akan muncul ulama suu’ (jahat) dimana Rasulullah SAW lebih takut kepada ulama suu’ ketimbang terhadap dajjal. Mengapa bisa demikian?

Siapakah Ulama Suu’ ?

Ulama’ suu’ adalah ulama jahat.Dikatakan jahat, karena mereka bukannya menunjukkan jalan yang benar kepada umat, namun justru rakus kepada kehidupan dunia, dimana akhirnya mereka menjual agamanya untuk kemaslahatan dunianya.

Tentang mereka ini, Rasulullah SAW bersabda ;

,يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتَلُونَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ يَلْبَسُونَ لِلنَّاسِ جُلُودَ الضَّأْنِ مِنْ اللِّينِ أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى مِنْ السُّكَّرِ وَقُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الذِّئَابِ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَبِي يَغْتَرُّونَ أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِئُونَ فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الْحَلِيمَ مِنْهُمْ حَيْرَانًا “

Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Allah berfirman, “Apakah dengan-Ku kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.” (HR: Tirmidzi)

Ulama suu’ akan menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Mereka sanggup membungkus kebatilan dengan cover sebuah kebenaran. Ada kalanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, penghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka.

Mereka senantiasa berada di pintu-pintu penguasa tiran, sebagaimana perkataan Sahabat Hudaifah ra :

:إِذَا رَأَيْتُمُ الْعَالِمَ بِبَابِ الْسُلْطَانِ فَاتَّهَمُوْا دِيْنَهُ، فَإِنَّهُمْ لاَ يَأْخُذُوْنَ مِنْ دُنْيَاهُمْ شَيْئاً أَخَذُوا مِنْ دِيْنِهِمْ ضِعْف
َ
Jika kalian melihat seorang alim berada di pintu penguasa, maka tertuduhlah dinnya. Maka tidaklah mereka [para ulama’] mengambil sebagian dari dunia mereka [penguasa], kecuali pera penguasa tersebut akan mengambil dari din mereka [ ulama’] secara sebanding.

Rasulullah SAW lebih mengkhawatiri (takut) kepada ulama suu’ daripada kepada dajjal.

Dari Sahabat Abu Dzar ra, dia berkata:

” Aku bersama Nabi suatu hari dan aku mendengar beliau bersabda : ” Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi dajjal “. Kemudian aku merasa takut, sehingga aku berkata, Yaa Rasulullah apa itu…? Beliau bersabda : Ulama yang sesat lagi menyesatkan.

Dalam berdakwah, islam memang sejuk..tapi dalam menilai salah dan benar menurut ajaran islam, yang ada hanya ketegasan. katakan salah dengan tegas apabila memang itu salah. Jangan lagi  kau cerminkan kesejukkan yang terkesan menjilat atas sebuah kesalahan. Karena ingin dipuji, kau bewarna laksana kotoran anjing yang tertutup debu.

Islam itu memang sejuk dan akan selalu membawa kesejukan. Tapi, jika kau jadikan sejuknya islam sebagai topeng atas nafsu-mu atas dunia dan menutupi kesalahan yang ada didepanmu...ingatlah, kau telah membawa umat ke pintu jahanam.

Read More ->>

Penjahat Dan Neraka

COPAS..!!!!

Ada PENJAHAT tertembak polisi sampai koma. Dia bermimpi dibawa malaikat ke NERAKA ...

Dia terkejut karena di NERAKA tidak  menakutkan seperti yang dia dengar. Di neraka ramai dengan gelak tawa dan ceria. Suka cita bergembira.. Banyak orang berdisco, minuman keras, judi, banyak pula artis-artis cantik, dan lain-lain yang wah dan wow aduhaaiii...!!! 😄😄😄😄

Langsung saja ia mau segera masuk, tapi ditahan oleh IBLIS di pintu masuk,
"Tunggu dulu! Waktumu belum tiba ... Kembalilah ke dunia, buatlah yang LEBIH JAHAT lagi, maka kau pasti MASUK NERAKA, dan bersenang-senang d sini . ! "

Akhirnya si penjahat itu dikembalikan ke dunia ... ia terbangun dari koma dan sehat kembali, Lalu dia berbuat LEBIH JAHAT dan bercerita tentang indahnya neraka. Sampai kemudian ia ditembak mati polisi.. bener2 mati, sudah bukan koma lagi

Setelah mati, ia diantar IBLIS masuk ke NERAKA ..

Tapi ia terkejut! ... karena di dalam NERAKA banyak api di mana-mana, bau amis darah dan banyak binatang berbisa ... banyak teriakan minta tolong ... !

Bingung dan ketakutan, si PENJAHAT itu berkata:
"Loh ... Waktu yang lalu NERAKA tidak begini ... ?

"IBLIS tersenyum dan dengan enteng menjawab: "Oh, Waktu itu kita lagi PROMO Bro.....!!!😄😄

Read More ->>

Waspada Hadits-Hadits Lemah Dan Palsu Seputar Bulan Rajab

*WASPADA HADITS-HADITS LEMAH & PALSU SEPUTAR RAJAB*

Amalan-amalan yang dikhususkan di bulan Rajab pada tanggal-tanggal tertentu, seperti puasa atau shalat di awal bulan, pertengahan atau akhir bulan lengkap dengan berbagai fadhiilah atau keutamaannya, semua itu tidaklah dibangun di atas riwayat-riwayat yang shahihah. Bahkan berdasarkan riwayat-riwayat lemah (dha'iif) atau palsu (maudhuu'). Dan telah kita ketahui bersama, sengaja berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wasallam dengan menyebarkan hadits palsu maka ancamannya di neraka, sekalipun baik niatnya.

Di antara hadits palsu berkenaan dengan keutamaan amalan di bulan Rajab yang telah tersebar di masyarakat ialah:

من صام ثلاثة أيام من رجب كتب الله له صيام شهر، ومن صام سبعة أيام من رجب أغلق الله سبعة أبواب من النار، ومن صام ثمانية أيام من رجب فتح الله له ثمانية أبواب من الجنة...

"Barangsiapa yang berpuasa tiga hari di bulan Rajab, maka Allah akan mencatat baginya puasa selama sebulan penuh. Barangsiapa yang berpuasa tujuh hari di bulan Rajab, maka Allah akan menutup baginya tujuh pintu neraka. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari di bulan Rajab, maka Allah akan bukakan baginya delapan pintu surga..."

Al-Imam Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini dalam kitab beliau yang berjudul "Al-Maudhuu'aat" 2/206. Berhubung pada sanadnya ada seorang rawi yang bernama Aabaan, ia dicela keras oleh Syu'bah bin Al-Hajjaaj. Dan menurut Imam Ahmad, An-Nasaa'i, Ad-Daaruquthni, "Ia rawi yang matruuk". Kemudian dalam sanadnya juga ada 'Amr bin Al-Azhaar. Imam Ahmad berkata, "Ia pemalsu hadits", An-Nasaa'i berkata, "Ia matruuk", Ad-Daaruquthni berkata, "Ia pendusta", Ibnu Hibbaan berkata, "Ia memalsukan hadits atas nama para perawi terpercaya".

Hadits palsu lainnya seperti, "Rajab adalah bulan Allah, Sya'baan bulanku, Ramadhaan bulan umatku." Dan masih banyak lagi lafal-lafal palsu lainnya, yang bahkan hanya sekedar mengingatkannya kepada orang lain dianggap seperti beribadah selama 80 tahun!

Berikut ini kami nukil keterangan para ahli dari kalangan Ulama Ahli Hadits dan Ahli Fiqh umat ini, berkenaan dengan amalan-amalan khusus di bulan Rajab serta keutamaannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan:

أما صوم رجب بخصوصه فأحاديثه كلها ضعيفة ، بل موضوعة ، لا يعتمد أهل العلم على شيء منها ، وليست من الضعيف الذي يروى في الفضائل ، بل عامتها من الموضوعات المكذوبات . . . وفي المسند وغيره حديث عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه أمر بصوم الأشهر الحرم : وهي رجب وذو القعدة وذو الحجة والمحرم . فهذا في صوم الأربعة جميعا لا من يخصص رجبا “

“Adapun mengkhususkan puasa di bulan Rajab, maka hal itu semuanya berdasarkan hadits-hadits dha’iifah (lemah), bahkan maudhuu’ah (palsu), para Ulama tidak berpegang dengan hadits-hadits tersebut. Dan bukan sekedar dha’if riwayat-riwayat yang menerangkan tentang keutamaan-keutamaan puasa di bulan Rajab, keumumannya riwayat-riwayat palsu dan dusta… Kendati demikian dalam "Al-Musnad" dan selainnya terdapat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam yang memerintahkan puasa di bulan-bulan haram, di antaranya Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram. Dan ini kaitannya dengan berpuasa pada empat bulan secara bersamaan, bukan dikhususkan untuk bulan Rajab semata.” (Majmuu’ Fataawa 25/290 – secara ringkas)

Al-Imam Ibnul Qayyim menegaskan:

كل حديث في ذكر صيام رجب وصلاة بعض الليالي فيه فهو كذب مفترى

“Semua hadits yang menyebutkan puasa di bulan Rajab dan shalat pada sebagian malamnya, itu semua berdasarkan hadits-hadits yang dusta.” (Al-Manaarul Muniif: 96)

Al-Haafidzh Ibnu Hajar Al-‘Asqalaani (salah seorang ahli hadits yang bermadzhab Syaafi’i) menegaskan:

لم يرد في فضل شهر رجب ولا في صيامه ولا صيام شيء منه معين ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة

“Tentang keutamaan bulan Rajab dan keutamaan berpuasa padanya dan keutamaan berpuasa pada hari-hari tertentu di dalamnya dan mengkhususkan shalat malam padanya, semuanya tidak diriwayatkan dari hadits yang shahih dan tidak bisa dipakai untuk berhujjah.” (Tabyiinul ‘Ajab 11)

Sayyid Saabiq menegaskan:

وصيام رجب ليس له فضل زائد على غيره من الشهور إلا أنه من الأشهر الحرم ولم يرد في السنة الصحيحة أن للصيام فضيلة بخصوصه وأن ما جاء في ذلك مما لا ينتهض للاحتجاج به

“Berpuasa di bulan Rajab tidaklah memiliki keutamaan yang lebih atas bulan-bulan lainnya, melainkan bulan Rajab itu sebatas bagian dari bulan-bulan haram. Dan tidak diriwayatkan dalam hadits yang shahih bahwa puasa di bulan Rajab memiliki keutamaan yang khusus (istimewa). Sesungguhnya hadits-hadits yang meriwayatkan tentang hal itu tidak dapat dipakai untuk berhujjah dengannya.” (Fiqhus Sunnah 1/383)

Al-‘Allaamah Muhammad bin Shaalih Al-‘Utsaimin pernah ditanya mengenai puasa pada hari ke duapuluh tujuh di bulan Rajab serta shalat malam padanya, maka beliau menjawab:

صيام اليوم السابع العشرين من رجب وقيام ليلته وتخصيص ذلك بدعة وكل بدعة ضلالة

“Mengkhususkan amalan puasa pada hari ke duapuluh tujuh dari bulan Rajab dan menunaikan shalat malam padanya adalah bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat.” (Majmuu’ Fataawa 20/440)

Kendati demikian, puasa di bulan Rajab disyariatkan karena termasuk bulan-bulan haram. Namun tanpa mengkhususkannya di tanggal-tanggal tertentu dengan keutamaan-keutamaan tertentu pula. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wasallam bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

"Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram." (HR. Muslim)

❌⛔☝

Maka berhati-hatilah menyebarkan informasi seputar Rajab. Jika yang Anda sebarkan itu hadits palsu, berarti Anda telah ikut-ikutan berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wasallam. Kembali kepada prinsip, "Berilmu sebelum berkata dan beramal".

Read More ->>

Anjuran Rasulullah Pada Hari Jum'at

*Anjuran Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pada hari Jum'at*

(dari mulai terbenamnya matahari pada hari Kamis sampai terbenamnya matahari pada hari Jum'at):

1- _*Memperbanyak membaca shalawat atas Nabi.*_

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

_Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad._

2- _*Membaca surat Al-Kahfi*_

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ ولَيْلَةِ الْجُمْعَةِ فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ كُنْتُ لَهُ شَهِيْداً وَ شَفِيْعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ –البيهقي

Artinya: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, _”Banyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barang siapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya di hari kiamat_ (Al Baihaqi, dihasankan oleh As Suyuthi).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
_"Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah hari Jum'at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu Adam diturunkan dari surga, pada hari itu pula taubatnya di terima, pada hari itu juga ia wafat, pada hari itu Kiamat akan terjadi dan tidak ada  satupun binatang melata kecuali mereka menunggu pada hari Jum'at sejak shubuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat, kecuali Jin dan manusia.”_  (HR-Abu Dawud) Shahih

_"Brgsiapa mnghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi,ia terlindungi dr fitnah Ad-Dajjal."_ (HR Muslim)

_“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum’at.”_ (HR Hakim 3349)

Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam: _"Sungguh,sejak Allah mciptakn anak cucu Adam, tidak ada fitnah yg lebih dahsyat dari fitnah Ad-Dajjal,dan tidak ada satu Nabipun yg diutus Allah melainkn telah mperingatkn umatnya mengenai fitnah Ad-Dajjal._

_Sdgkn aku adalah Nabi terakhir dan kamu ummat terakhir,mk tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Ad-Dajjal akan keluar di tengah2 kalian."_ (HR Ibnu Khuzaimah - Shahih)

Read More ->>

Kamis, 06 April 2017

Lidah Di Potong Karena Memuji Rasulullah

LIDAH DIPOTONG KERANA MEMUJI RASULULLAH SAW

Dahulu di masa lalu seorang penyair hebat dan sangat terkenal yaitu Syaikh Farazdaq dimana beliau selalu asyik memuji Rasulullah Saw., beliau mempunyai kebiasaan melakukan ibadah haji setiap tahunnya.

Suatu waktu ketika beliau melakukan ibadah haji kemudian datang berziarah ke makam Rasulullah Saw. dan membaca qasidah di makam baginda Saw. dan ketika itu ada seseorang yang mendengarkan qasidah pujian yang dilantunkannya.

Setelah selesai membaca qasidah, orang itu menemui Syaikh Farazdaq dan mengajak beliau untuk makan siang ke rumahnya. Beliau pun menerima ajakan orang tersebut dan setelah berjalan jauh hingga keluar dari Madinah al-Munawwarah sampailah keduanya di rumah yang dituju.

Sesampainya di dalam rumah, orang tersebut memegangi Syaikh Farazdaq dan berkata: “Sungguh aku sangat membenci orang-orang yang memuji-muji Muhammad, dan kubawa engkau ke sini untuk ku gunting lidahmu!”

Maka orang itu menarik lidah beliau lalu mengguntingnya dan berkata: “Ambillah potongan lidahmu ini dan pergilah untuk kembali memuji Muhammad!”

Maka Syaikh Farazdaq pun menangis kerana rasa sakit dan juga sedih tidak boleh lagi membaca syair untuk Sayyidina Muhammad Saw. Kemudian beliau datang ke makam Rasulullah Saw. seraya berdoa: “Ya Allah jika penghuni makam ini tidak suka atas pujian-pujian yang aku lantunkan untuknya maka biarkan aku tidak lagi bolih berkata kata seumur hidupku, kerana aku tidak memerlukn lidah ini kecuali hanya untuk memujiMu dan memuji NabiMu. Namun jika Engkau dan NabiMu redha maka kembalikanlah lidahku ini ke mulutku seperti semula.”

Beliau terus menangis hingga tertidur dan bermimpi berjumpa dengan Rasulullah Saw. yang berkata: “Aku suka mendengar pujian-pujianmu, berikanlah potongan lidahmu.”

Lalu Rasulullah Saw. mengambil potongan lidah itu dan mengembalikannya pada tempatnya semula. Ketika Syaikh Farazdaq terbangun dari tidurnya beliau mendapati lidahnya telah kembali seperti sediakala, maka beliaupun bertambah dahsyat memuji Rasulullah Saw.

Hingga di tahun selanjutnya beliau datang lagi menziarahi Rasulullah Saw. dan kembali membaca pujian-pujian untuk Rasulullah Saw. Dan di saat itu datanglah seorang yang masih muda dan gagah serta berwajah cerah menemui beliau dan mengajak beliau untuk makan siang di rumahnya.

Beliau teringat kejadian tahun yang lalu namun beliau tetap menerima ajakan tersebut sehingga beliau dibawa ke rumah anak muda itu. Sesampainya di rumah anak muda itu, beliau dapati rumah itu adalah rumah yang dulu pernah beliau datangi lalu lidah beliau dipotong.

Anak muda itu pun meminta beliau untuk masuk yang akhirnya beliau pun masuk ke dalam rumah itu hingga mendapati sebuah kurungan besar terbuat dari besi dan di dalamnya ada seekor kera yang sangat besar dan kelihatan sangat ganas, maka anak muda itu berkata: “Engkau lihat kera besar yang ada di dalam kandang itu, dia adalah ayahku yang dahulu telah menggunting lidahmu, maka keesokan harinya Allah mengubahnya menjadi seekor kera.”

Dan hal yang seperti ini telah terjadi pada ummat terdahulu, sebagaimana firman Allah Swt.:

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ ( الأعراف :166 )

“Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang, Kami katakan kepada mereka: “Jadilah kalian kera yang hina”. (QS. al-A’raf ayat 166)

Kemudian anak muda itu berkata: “Jika ayahku tidak boleh sembuh maka lebih baik Allah matikan saja.”

Maka Syaikh Farazdaq berdoa: “Ya Allah aku telah memaafkan orang itu dan tidak ada lagi dendam dan rasa benci kepadanya.”

Dan seketika itu pun Allah Swt. mematikan kera itu dan mengembalikannya pada wujud yang semula.

Dari kejadian ini jelaslah bahwa sungguh Allah Swt. mencintai orang-orang yang suka memuji Nabi Muhammad Saw. Kerana pujian kepada Nabi Muhammad Saw. disebabkan oleh cinta dan banyak memuji kepada Nabi Muhammad Saw. bererti pula banyak mencintai beliau Saw.

Dan semakin banyak orang yang berzikir, bersalawat dan memuji Nabi Muhammad Saw., maka Allah akan semakin menjauhkan kita, wilayah kita dan wilayah-wilayah sekitar dari musibah dan digantikan dengan curahan rahmat.

Yaa sayyidi... yaa rosuulaalloh...

Read More ->>

About Me

maqolun náhihuin
Lihat profil lengkapku