Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 September 2017

Kisah Syeichona Bangkalan

*Syaichona Cholil Bangkalan dan Si Penanya.*
.
Pernah ada orang yang datang dan menanyakan bagaimana hukum makan dengan menggunakan sendok kepada Syaichona Cholil Bangkalan.
.
Ketika itu Syaichona Cholil Bangkalan menjawab seraya mengutip nazam _Alfiah_ yang artinya sebagai berikut:
_"Dalam suatu ungkapan yang masih bisa menggunakan dhamir muttasil (kata ganti yang sambung), tidak diperbolehkan menggunakan dhamir munfasil (kata ganti yang terpisah)."_
.
Dengan mengutip nazam _Alfiah_ tersebut, secara tidak langsung Syaichona Cholil Bangkalan memberikan jawaban kepada si penanya bahwa makan dengan menggunakan tangan lebih baik daripada makan dengan sendok. Selagi masih memungkinkan makan dengan menggunakan tangan yang dapat secara langsung menyentuh makanan yang akan dimakan - mengapa harus menggunakan sendok?

*Syaichona Cholil Bangkalan dan Orang yang Menyendiri. #2*
.
Ketika hendak pulang, mereka sama-sama bersalaman seraya menyelipkan lembaran uang untuk diberikan kepada Syaichona Cholil Bangkalan, kecuali satu orang yang terlihat Menyendiri dari rombongan dengan rona muka yang agak malu-malu. Rupanya orang tersebut tidak punya uang. Mengetahui hal itu, Syaichona Cholil Bangkalan mengutip nazam _Alfiah_ yang artinya:
_"Bila kabar itu berupa isim mufrad jamid, maka tidak boleh mengandung dhamir. Dan bila kabar itu berupa isim mufrad musytaq, maka harus mengandung dhamir yang tersimpan."_
.
Melalui nazam _Alfiah_ tersebut, Syaichona Cholil Bangkalan ingin menyampaikan bahwa sekiranya orang itu memliki uang, tentunya dia akan _nyungkem_ (bersalaman seraya menyelipkan uang) kepadanya. Namun karena tak memiliki uang, maka dia terlihat Menyendiri dari rombongan dengan rona muka yang malu-malu.

Syair Arab mengatakan yang artinya:
_"Orang-orang yang berilmu akan tetap hidup selamanya meski telah meninggal dan tulang belulangnya telah lebur dan hancur."_
.
Menurut Al-Imanurrohmatullah Syahriyat, sesungguhnya seorang kekasih Allah itu tidak wafat, melainkan hanya _sare rogo_ (tidur di liang lahatnya) dan masih mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah [2] ayat 154 yang artinya,

_"Dan janganlah kamu *mengatakan* terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya."_

Read More ->>

Dalil Yasinan Di Malam Jum'at

*"Dalil/Dasar Amaliah Warga NU"*
*"Yasinan Di Malam Jum'at"*

silahkan di simak dan dikoreksi sedikit uraian di bawah ini :
وروينا أحاديث كثيرة في قراءة سور في اليوم والليلة ، منها : يس ، وتبارك الملك ، والواقعة ، والدخان.
321 - فعن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : " من قرأ (يس) في يوم وليلة ابتغاء وجه الله غفر له " (3).
(3) رواه ابن السني في " عمل اليوم والليلة " من حديث أبي هريرة ، وعزاه المنذري في " الترغيب والترهيب " لمالك وابن السني وابن حبان في صحيحه من حديث جندب ، وعزاه صاحب المشكاه للبيهقي في شعب الإيمان من حديث معقل بن يسار ، ورواه الطبراني في الدعاء ، والدارمي في سننه من حديث أبي هريرة ، وللحديث طرق ينهض بها.
“Kami (kalangan perawi hadits) meriwayatkan banyak hadits tentang membaca surat-surat (tertentu) di hari dan malam jumah, diantaranya : Surat Yaasiin, Surat Tabaarok alMulk, Surat Waqi’ah dan Surat ad-Dukhoon
Diriwayatkan dari Abi Huroiroh Ra. Dari Rosulullah shallaahu ‘alaihi wasallam “Barangsiapa membaca Yaasiin dihari dan malam jumah dengan mengharap ridho Allah, diampuni dosanya” (HR. Ibnu Sinni dalam bab ‘amalan dihari dan malam jumah’ dari Abu Hurairoh, Syekh mundzir menganggap hadits ini kuat dalam kitab ‘Targhib wa at-tarhiib’ riwayat Malik, Ibnu Sinni, dan Ibnu Hibbaan dari riwayat Jandab, Pengarang kitab ‘alMisykaah’ juga menganggap hadits ini kuat dalam riwayat Imam baehaqi dari riwayat Mu’aqqol Bin Yasaar, Imam Thobronii meriwayatkannya dalam ‘bab doa’ dan Imam ad-Daaroomi juga meriwayatkan dalam kitab sunannya. [ Al-Adzkaar I/110 ].
1100 - وروي عنه رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من قرأ سورة يس في ليلة الجمعة غفر له
رواه الأصبهاني
“Barangsiapa membaca Yaasiin dihari dan malam jumah dengan mengharap ridho Allah, diampuni dosanya” (HR Asbahaani). [ At-Targhiib wa at-Tarhiib I/298 ].
وذكر الثعلبي عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : "من قرأ سورة يس ليلة الجمعة أصبح مغفورا له"
Imam Tsa’labi menuturkan dari Abu Hurairoh Ra. “Barangsiapa membaca Yaasiin di malam jum'at, maka paginya diampuni dosanya”. [ alJaamii’ Li Ahkaam al-Quraan XV/3, Tafsiir Sirooj al-Muniir III/301 ].
وهي مكية ، وروى مقاتل بن حيان ، عن قتادة ، عن أنس ، عن النبي قال : ' إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن سورة يس ، ومن قرأ سورة يس أعطاه الله ثواب قراءة القرآن عشر مرات .
“Surat Yaasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota makah) Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam “Sesungguhnya setiap sesuatu memilik hati, sedang hati alQuran adalah surat yaasiin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran”. [ Tafsiir as-Sam’aani IV/265 ].
*"Semoga Bermanfaat"*

Read More ->>

Wasiat Imam Syafi'i

Sebelum Imam Syafie رحمة الله تعالى pulang ke rahmatullah, beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat Islam seluruhnya. Berikut ialah kandungan wasiat tersebut ;
.

“ Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan sepuluh perkara.”
.

PERTAMA: HAK KEPADA DIRI.
Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.
.

KEDUA: HAK KEPADA MALAIKAT MAUT
Iaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuat persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.
.

KETIGA : HAK KEPADA KUBUR
Iaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.
.

KEEMPAT: HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIR
Iaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.
.

KELIMA : HAK KEPADA MIZAN ( NERACA TIMBANGAN AMAL PADA HARI KIAMAT )
Iaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.
.

KEENAM : HAK KEPADA SIRAT ( TITIAN YANG MERENTANGI NERAKA PADA HARI AKHIRAT )
Iaitu : Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.
.

KETUJUH : HAK KEPADA MALIK ( PENJAGA NERAKA )
Iaitu : Menangis lantaran takutkan Allah سبحانه وتعالی , berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.
.

KEDELAPAN : HAK KEPADA RIDHWAN ( MALAIKAT PENJAGA SYURGA )
Iaitu : Berasa redha dengan Qadha’ Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.
.

KESEMBILAN : HAK KEPADA NABI صلى الله عليه وسلم
Iaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadith), menyayangi para sahabat, dan bersaing dalam mencari keredhaan Allah.
.

KESEPULUH : HAK KEPADA ALLAH سبحانه وتعالی 
Iaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.

Read More ->>

Anak Adam Mengandung 3 Unsur

Dalam kitab Hikayat Nur Muhammad diceritakan bahwa tubuh manusia (anak Adam) mengandungi tiga unsur, yakni :
jasad, hati dan roh.

Di dalam roh terdapat hakikat, di dalam hakikat tersimpan rahasia, rahasia itulah yang dinamakan makrifah ALLAH SWT. Di dalam makrifah pula ada zat yang tidak menyerupai sesuatu pun. Rahasia atau makrifah ALLAH  ini dinamakan Insan Kamil. Insan Kamil dijadikan dari Nur yang melimpah dari zat Haqq Ta’ala.

Menurut riwayat, sumber cerita tentang kejadian Nur Muhammad ini bermula dari biografi Nabi Muhammad yang ditulis oleh Ibnu Ishaq (sejarawan Islam). Dalam biografi tersebut, Ibnu Ishaq ada mencatat riwayat yang menyatakan bahwa ALLAH SWT telah menciptakan Nur Muhammad dan Nur itu telah diwarisi melalui generasi nabi-nabi hingga ia sampai kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan turun kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian terdapat sejumlah hadis yang menerangkan tentang Nur tersebut, antaranya,
“sesungguhnya yang mula-mula dijadikan oleh ALLAH adalah cahaya-ku (Nur Muhammad)………”.

Beragam pandangan terhadap hadis ini, ada yang menyatakan maudhu’ (tertolak), dhaif (lemah), bersumber dari falsafah Yunani, tetapi ada pula yang menyatakan bahwa riwayat tersebut boleh diterima karenanya sanadnya bersambung.

Hadis tersebut cukup panjang matannya dan diringkas sebagai berikut:
“Dan telah meriwayatkan oleh Abdul Razak dengan sanadnya dari Jabir bin Abdullah ra, beliau berkata:
“Ya Rasulullah, demi bapaku, engkau dan ibuku, khabarkanlah daku berkenaan awal-awal sesuatu yang ALLAH telah ciptakan sebelum sesuatu!”

Bersabda Nabi SAW: “Ya Jabir, sesungguhnya ALLAH menciptakan sebelum sesuatu, Nur Nabi-mu daripada Nur-Nya’. Maka jadilah Nur tersebut berkeliling dengan Qudrat-Nya sekira-kira yang dihendaki ALLAH. Padahal tiada pada waktu itu lagi sesuatu pun; tidak ada lauh mahfuzh, qalam, sorga, neraka, Malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, jin dan manusia; tiada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.

Dari Nur inilah kemudian diciptakan-Nya qalam, lauh mahfuzh dan Arsy. ALLAH SWT kemudian memerintahkan qalam untuk menulis, dan qalam bertanya, “Ya ALLAH, apa yang harus saya tulis?” ALLAH SWT berfirman: “Tulislah Laa Ilaaha Illallaah Muhammad Rasulullah.”

Atas perintah itu qalam berseru: “Oh, betapa sebuah nama yang indah dan agung Muhammad itu, bahwa dia disebut bersama Asma-Mu yang Suci, ya ALLAH.” ALLAH SWT kemudian berkata, “Wahai qalam, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama kekasih-Ku, dari Nur-nya Aku menciptakan arsy, qalam dan lauh mahfuzh; kamu, juga diciptakan dari Nur-nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apa pun.”

Ketika ALLAH SWT telah mengatakan kalimat tersebut, qalam itu terbelah dua karena takutnya akan ALLAH SWT dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contohnya (Nabi SAW) yang cemerlang, atau membangkang dan meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.………dan seterusnya.

Adapun yang mula-mula dijadikan oleh ALLAH SWT adalah Nur Muhammad SAW yang kemudiannya dari Nur Muhammad inilah ALLAH SWT jadikan roh dan jasad alam semesta. Bermula dari Nur Muhammad inilah maka sekalian roh (dan roh manusia) diciptakan ALLAH SWT sedangkan jasad manusia diciptakan mengikut kepada dan dari jasad Nabi Adam as. Karena itu,

Nabi Muhammad SAW adalah ‘nenek moyang roh’ sedangkan
Nabi Adam as adalah ‘nenek moyang jasad’.
Hakikat dari penciptaan Adam as sendiri adalah
berasal dari tanah, tanah berasal dari air, air berasal dari angin, angin berasal dari api, dan api itu sendiri berasal dari Nur Muhammad.

Sehingga pada prinsipnya roh manusia diciptakan berasal dari Nur Muhammad dan jasad atau tubuh manusia pun hakikatnya berasal dari Nur Muhammad. Jadilah kemudian ‘cahaya di atas cahaya’ (QS. An-Nuur 35),
di mana roh yang mengandung Nur Muhammad ditiupkan kepada jasad yang juga mengandung Nur Muhammad. Bertemu dan meleburlah kemudian roh dan jasad yang berisikan Nur Muhammad ke dalam hakikat Nur Muhammad yang sebenarnya.

Tersebab bersumber pada satu wujud dan nama yang sama, maka roh dan jasad tersebut haruslah disatukan dengan mesra menuju kepada pengenalan Yang Maha Mutlak, Zat Wajibul Wujud yang memberi cahaya kepada langit dan bumi, dan yang semula menciptakan, sebagaimana mesranya hubungan antara air dan tumbuhan, di mana ada air di situ ada tumbuhan, dan dengan airlah segala makhluk dihidupkan (QS. Al-Anbiya 30).

Pengenalan terhadap hakikat Nur Muhammad inilah maqam atau stasiun yang terakhir dari pencarian akan makrifah kepada ALLAH SWT, Martabat Nur Muhammad inilah martabat yang paling tinggi, dan pengenalan akan Nur Muhammad inilah yang menjadi
‘kesempurnaan ilmu atau ilmu yang sempurna’.

Al-Hallaj yang mencetuskan teori hulul misalnya menyatakan bahwa Nur Muhammad mempunyai dua bentuk, yakni :

PERTAMA
Nabi Muhammad yang dilahirkan dan menjadi cahaya rahmat bagi alam “tidaklah engkau diutus wahai (Muhammad Rasulullah SAW) melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam” (martabat al-a’yanu’l Kharijiyyah) dan

KEDUA
yang berbentuk Nur (martabat a’yanu’l Thabitah).
Nur Muhammad adalah cahaya semula yang melewati dari Nabi Adam ke nabi yang lain bahkan berlanjut kepada para imam maupun wali; cahaya melindungi mereka dari perbuatan dosa (maksum); dan mengaruniai mereka dengan pengetahuan tentang rahasia-rahasia Illahi.

ALLAH SWT telah menciptakan Nur Muhammad jauh sebelum diciptakan Adam as. Lalu, ALLAH SWT menunjukkan kepada para malaikat dan makhluk lainnya, bahwa: “Inilah makhluk Allah yang paling mulia”. Oleh karena itu, harus dibedakan antara konsep Nur (Muhammad) sebagai manusia biasa (seorang Nabi) dan Nur Muhammad secara dimensi spiritual yang tidak dapat digambarkan dalam dimensi fisik dan realiti.

Menurut sufi, Muhyiddin Ibn Arabi, Nur Muhammad sebagai prinsip aktif di dalam semua pewahyuan dan inspirasi. Melalui Nur ini pengetahuan yang kudus itu diturunkan kepada semua nabi, tetapi hanya kepada Ruh Muhammad saja diberikan jawami al-qalim (firman universal).

Sedangkan menurut pencetus teori ‘insan kamil’, Abdul Karim bin Ibrahim al-Jili (1365-1428 M) dalam karyanya, al-Insan al-Kamil fî Ma’rifat al-Awakhir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Mengetahui ALLAH Sejak Awal hingga Akhirnya), menyatakan bahwa Nur Muhammad memiliki banyak nama sebanyak aspek yang dimilikinya. Ia disebut ruh dan malak apabila dikaitkan dengan ketinggiannya.

Tidak ada kekuasaan makhluk yang melebihinya, semuanya tunduk mengitarinya, karena ia kutub dari segenap malak.
Ia disebut al-Haqq al Makhluq bih, (al-Haqq sebagai alat pencipta), hanya ALLAH SWT yang tahu hakikatnya secara pasti.

Dia disebut al-Qalam al-A’la (pena tertinggi) dan
al-Aql al-Awal (akal pertama) karena wadah pengetahuan Tuhan terhadap alam maujud, dan Tuhanlah yang menuangkan sebagian pengetahuannya kepada makhluk. Adapun disebut
al-Ruh al-Ilahi (ruh ketuhanan) karena ada kaitannya dengan ruh al-Quds (ruh Tuhan),
al-Amin (ruh yang jujur) adalah karena ia adalah perbendaharaan ilmu tuhan dan dapat dipercayai-Nya.

Oleh karena itu, menurut Al-Jili, tempat tajalli al-Haq yang paling sempurna adalah Nur Muhammad. Nur Muhammad ini telah ada sejak sebelum alam ini ada, ia bersifat qadim lagi azali. Nur Muhammad itu berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi, yakni
Adam, Nuh, Ibrahim, Musa hingga dalam bentuk nabi penutup (khatamun nabiyyin), Muhammad SAW.

Dalam Kitab Khatmul Auliya, diberitakan bahwa Wilayah Dzahir akan ditutup oleh Imam Mahdi Al-Muntadhar. Penutup para Wali Quthub.

Dalam Kitab Futuhat Al-Makiyah yang sangat tebal, Ibnu Araby menjawab 155 pertanyaan yang terdapat dalam Kitab Khatmul Auliya.

Dalam Kitab Mukhtashar Jiddan dijelaskan.
وهوينقسم اءلى متصل ومنفصل
Isim2 Dhamir ada dua yaitu muttashil dan munfashil

Bila dilihat lagi
هو انا هم
Menunjuk pada orang ke 3 pada Munfashil.

Dhamir munfashil ada 12
Salah satunya هو
Bagi laki2 orang ke 3
Dhamir raf'in munfashilun mubtada un mabniyyun 'alal fathi fiy mahalli raf 'in wa qaa imun khabaruhu marfuw 'un bidhdhammatizhzhaa hirah.

Maka tak menselisihi apa yang dikatakan oleh Syaikh Abdul Karim Al Jilly bahwa هو dimaksud jatuh kepada Nabi SAW sebagai pihak ke 3.

Read More ->>

Santri Vs Tukang Cukur

Santri Versus Tukang Cukur

Mahbib, NU Online |

Satu siang, di tempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Kebetulan yang dicukur itu Zaid, seorang alumni sebuah Pesantren ternama. 

Kian lama obrolan dua orang itu kian hangat saja.  Dari tema yang mulanya ngalor-ngidul, si tukang cukur yang “abangan” itu membawa obrolan ke masalah seputar akidah.  

“Kalau menurut saya, Tuhan itu tak benar-benar ada ,“ tukang cukur memulai.

“Lho kok bisa mengatakan seperti itu?” Zaid mengejar tanya.

“Ya lihat saja kehidupan ini Mas, banyak orang yang hidupnya nelangsa, penuh masalah, ribet semrawut, bahkan saking beratnya masalah itu ada yang sampai berani bunuh diri. Katanya Tuhan itu maha Pengasih yang bakal menolong setiap hambanya,. Nah buktinya mana?”

Hmm.  Zaid terdiam. Dia tak langsung menjawab. Bukan lantaran tak mampu, tapi Zaid tengah mencari jawaban yang pas buat si tukang cukur. Dia teringat benar pesan Kiainya agar bisa menyampaikan setiap hal sesuai dengan nalar lawan bicaranya.

Hingga berapa lama, Zaid belum juga angkat bicara. Si tukang cukur hampir menyelesaikan tugasnya. Tiba-tiba Zaid melihat seorang tengah duduk di luar tempat cukur rambut. Tampang dan rambut orang itu begitu acak-acakan dan berantakan. Seberkas ide pun mengalir  di kepala Zaid.

“ Nah Pak, kalau Anda mengatakan Tuhan itu tak ada, maka saya katakan tukang cukur itu tak ada.“

“ Lho, gimana sih, wong saya itu ada di sini,” tukang cukur tak mengerti

“Pokoknya, saya yakin kalau tukang cukur itu tak ada,“ Zaid ngeyel.

“Kalau tukang cukur itu ada, lha kok masih ada orang yang rambutnya berantakan,“ jawab Zaid sambil menunjuk seorang tak jauh dari tempat itu.

“Anda ini gimana sih, dia yang di sana itu maksudnya, kalau dia rambutnya berantakan, ya sebab tak mau datang ke tempat ini, coba kalau ke sini, pasti saya rapikan,“ sergah Tukang cukur.

“Nah, seperti itu juga pak, kalau ada orang yang ditumpuk masalah dan hidupnya begitu ribet, bukan lantaran Tuhan itu tak ada, tapi sebab si pemilik masalah itu tak mau datang menghadap Tuhannya, Allah. Coba kalau datang, berserah diri, memohon ampun dan pertolongan, Allah pasti menolongnya,” jawab Zaid mantab.

Sang Tukang cukur pun terdiam seribu bahasa. Skak mat!* (In’am Al Fajar/Red: Mahbib)

 *Diadaptasi dengan perubahan seperlunya dari cerita Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

Read More ->>

Keajaiban Sholawat Yang Dialami Kiai Masduqie

Kisah Keajaiban Shalawat yang Dialami Kiai Masduqie Machfudh

Mahbib, NU Online |

Shalawat dan shalat jamaah adalah dua “senjata” Achmad Masduqie Machfudh. Tiap menerima aduan masalah dari masyarakat, ia selalu berwasiat untuk membaca shalawat, minimal 1000 kali setiap hari dan 10.000 kali setiap malam Jum’at.

Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 yang juga pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono Malang ini memiliki pengalaman menarik tentang shalawat Nabi, tepatnya pada tahun 1956, saat ia masih duduk di sebuah SLTA di Yogjakarta.

Suatu ketika, ia mendapat gangguan jin di sebuah masjid tempat belajarnya sehingga selama tiga hari Maduqie muda merasa ingin banyak makan tapi anehnya tidak bisa buang hajat. Di hari ke empat, tubuhnya pun sangat panas dan saat itu juga beliau berpesan kepada adiknya.

“Dek, nanti kalau aku mati, tolong jangan bawa pulang janazahku ke Jepara tetapi dikuburkan di Jogja saja,” pinta kiai yang wafat pada 1 Maret 2014 ini kepada sang adik. Kiai Masduqie datang ke Jogja berniat untuk mondok. Beliau khawatir syahidnya hilang jika wafat di Jogja namun jenazahnya dimakamkan di Jepara.

Sontak saja adiknya semakin khawatir kondisinya. Maka diajaklah sang kakak menemui seorang seorang kiai. “Mari kita pergi ke kiai itu, kiai yang Mas biasa ngaji di hari Ahad.”

Kiai Masduqie menerima ajakan adiknya. Pergilah beliau bersama adiknya dengan naik becak dan sampai di rumah pak kiai yang di maksud pada pukul satu malam. Ketika beliau datang, pintu rumah Pak Kiai masih terbuka. Tentu tengah malam itu sang tuan rumah sudah tidak melayani tamu, karena sejak pukul 10 malam adalah waktu khusus Pak Kiai untuk ibadah kepada Allah. Karena melihat Masduqie muda yang datang di tengah malam dengan keadaan payah, kiai pun mempersilahkan Masduqie muda beristirahat di rumah.

Masduqie muda pun tertidur di rumah kiai itu. Baru beberapa jam di rumah kiai, tepatnya pukul 3 malam, beliau terbangun karena merasa mulas ingin buang hajat. Setelah itu, rasa sakit dan panas yang dirasakan sedikit hilang.

Pada pagi harinya, beliau yang masih panas badannya bertemu dengan Pak Kiai. “Pak Kiai, saya sakit”. Bukannya merasa iba, Pak Kiai hanya tersenyum. Dan anehnya, rasa panas yang beliau rasakan hilang seketika itu. 

Pak Kiai dawuh, “Mas, sampean gendeng mas.”

“Kenapa gendeng, Yai?” tanya Masduqie muda.

“Iya, wong bukan penyakit dokter, sampean kok bawa ke dokter, ya uang sampean habis. Pokoknya kalau sampean kepengin sembuh, sampean tidak boleh pegang kitab apapun,” jawab kiai.

Jangankan membaca, menyentuh saja tidak diperbolehkan. Padahal pada saat itu, Masduqie muda dua bulan lagi akan mengikuti ujian akhir sekolah. 

“Yai, dua bulan lagi saya ujian, kok enggak boleh pegang buku,” Masduqie muda matur kepada Pak Kiai.

Seketika itu Pak Kiai menanggapinya dengan marah-marah, “Yang bikin kamu lulus itu gurumu? Apa bapakmu? Apa mbahmu?”

Masduqie muda menjawab, “Pada hakikatnya Allah, Yai.”

“Lha iya gitu!” timpal Pak Kiai.

“Lalu bagaimana syariatnya (upaya yang dilakukan), Yai?” tanya Masdqie muda lagi.

“Tiap hari, kamu harus baca shalawat yang banyak,” jawab, Pak Kiai. 

Masduqie muda kembali bertanya, “Banyak itu berapa, Yai?”

Pak Kiai pun menjawab, “Ya paling sedikit seribu, habis baca 1000 shalawat, minta ‘dengan berkat shalawat yang saya baca, saya minta lulus ujian dengan nilai bagus’.”

Ya sudah, Masduqie muda tidak berani pegang kitab maupun buku, karena memang ingin sembuh. Mendengar cerita dari Masduqie muda, Paman beliau marah-marah. “Bagaimana kamu ini? Dari Jepara ke sini, kamu kok nggak belajar?” Masduqie muda tidak berani komentar apa-apa. Karena beliau menuruti  dawuh kiai untuk tidak menyentuh kitab atau buku, beliau nurut saja. 

Menjelang beliau ujian, pelajaran bahasa Jerman, bukunya ternyata diganti oleh gurunya dengan buku yang baru. Karena masih dilarang menyentuh buku, maka beliau tetap taat titah kiai.

Setelah ujian, Masduqie muda dipanggil guru bahasa Jerman. 

Pak Guru    : Kamu her.

Masduqie   : Berapa nilai saya pak?

Pak Guru    : Tiga!

Masduqie    : Iya, Pak. Kapan, Pak?

Pak Guru    : Seminggu lagi  

Namun setelah seminggu, Masduqie muda tidak langsung mendatangi guru bahasa Jerman, karena larangan pegang buku belum selesai. Baru setelah selesai, Masduqie muda mendatangi Pak Guru. 

Masduqie    : Pak, saya minta ujian, Pak.

Pak Guru    : Ujian apa?

Masduqie    : Ya ujian bahasa Jerman, Pak.

Pak Guru    : Lha kamu bodoh apa?

Masduqie    : Lho kenapa, Pak?

Pak Guru    : Nilai delapan kok minta ujian lagi. Kamu itu minta nilai berapa?

Masduqie    : Lho, ya sudah Pak, barang kali bisa nilai sepuluh.

Dari nilai angka 3, karena shalawat, mingkem menjadi angka 8. Setelah itu, beliau tidak pernah meninggalkan baca shalawat. Itulah satu pengalaman shalawat KH Masduqie Mahfudz saat muda.

Wasilah untuk Atasi Penyakit dan Kesulitan

Pengalaman shalawat beliau lagi, yakni ketika Kiai Masduqie harus melaksanakan dinas dinas di Tarakan, Kalimantan Timur. Pada suatu hari, ada tamu pukul 5 sore, dan bilang ke Kiai Masduqie, “Saya disuruh oleh ibu, disuruh minta air tawar.” 

Kiai Masduqie mengaku masih bodoh saat itu. Seketika itu ia menjawab, “Ya, silakan ambil saja, air tawar. kan banyak itu di ledeng-ledeng itu.”

“Bukan itu, Pak. Air tawar yang dibacakan doa-doa untuk orang sakit itu, Pak,” kata si tamu. 

“O, kalau itu ya tidak bisa sekarang. Ambilnya harus besok habis shalat shubuh persis.”

Kiai Masduqie menjawab begitu karena beliau ingin bertanya kepada sang istri perihal abah mertua yang sering nyuwuk-nyuwuk (membaca doa untuk mengobati) dan ingin tahu apa yang dirapalkan. Ternyata istri beliau tidak tahu tentang doa yang dibaca abahnya di rumah. Padahal Kiai Masduqie sudah janji. 

Habis isya’ saat beliau harus wiridan membaca dalail, beliau menemukan hadits tentang shalawat. Inti hadits tersebut kurang lebih, “Siapa yang baca shalawat sekali, Allah beri rahmat sepuluh. Baca shalawat sepuluh, Allah beri rahmat seratus. Baca shalawat seratus, Allah beri rahmat seribu. Tidak ada orang yang baca shalawat seribu, kecuali Allah mengabulkan permintaanya.”

Setelah mencari di berbagai kitab, ketemulah hadits tersebut sebagai jawabannya. Lalu belaiu pun bangun di  tengah malam, mengambil air wudlu dan air segelas, setelah itu membaca shalawat seribu kali. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidinâ Muhammad.

Setelah beliau selesai membaca seribu shalawat, beliau berdoa, ”Allahumaj’al hadzal ma’ dawâ-an liman syarabahu min jamî’il amrâdh”. Arti doa tersebut, “Ya allah, jadikanlah air ini sebagai obat dari segala penyakit bagi peminumnya”. Lalu meniupkan ke air gelas dan baca shalawat satu kali lagi. Di pagi hari, diberikanlah air tersebut kepada orang yang memintanya.

Setelah tiga hari, ada berita dari orang tersebut bahwa si penderita penyakit sudah sembuh setelah meminum air dari Kiai Masduqie. Padahal, sakitnya sudah empat bulan dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Dokter pun sudah tidak sanggup menangani penyakit yang diderita orang ini dan menyarankan untuk mencari obat di luar. Anehnya, pemberi kabar itu mengatakan bahwa Kiai Masduqie selama tiga hari itu mengelus-elus perut orang yang sakit. 

Mengelus-ngelus perut? Tentu saja tidak, apalagi si penderita penyakit adalah perempuan yang bukan mahramnya. Hal itu juga mustahil karena Kiai Masduqie selama tiga hari di rumah saja. Berkat shalawat, atas izin Allah penyakitnya sembuh.

Sejak peristiwa itu di Kalimantan timur Kiai Masduqie terkenal sebagai guru agama yang pintar nyuwuk. Sampai penyakit apa saja bisa disembuhkan. Jika beliau tidak membacakan shalawat, ya istri beliau mengambilkan air jeding, yang sudah dipakai untuk wudlu. Ya sembuh juga penyakitnya. Inilah pengalaman shalawat Kiai Masduqie ketika dinas di Kalimantan.

Cerita lain, suatu ketika beliau harus ke Samarinda dengaan naik kapal pribadi milik Gubernur Aji Pangeran Tenggung Pranoto. Dalam pertengahan perjalanan melalui laut, tepatnya di Tanjung Makaliat kapal yang diinaikinya terkena angin puting beliung. Maka goyang-goyanglah kapal tersebut. Kiai Masduqie sadar, berwudlu, lalu naik ke atas kapal. Beliau ajak para awak kapal untuk mengumandangkan adzan agar malaikat pengembus angin dahsyat tersebut berhenti. Lalu berhentilah angin tersebut. Inilah salah satu pengalaman shalawat Kiai Masduqie. 

“Kalau ada orang menderita penyakit aneh-aneh, datang ke Mergosono, insya Allah saya bacakan shalawat seribu kali. Kalau ndak mempan sepuluh ribu kali, insyaallah qabul,” kata Kiai Masduqie saat pengajian di Majelis Riyadul Jannah.

“Berkat shalawat Nabi, sampean tahu sekarang, saya bangun pondok sampai tingkat tiga, nggak pernah minta sokongan dana masyarakat, mengedarkan edaran, proposal nggak pernah. Modalnya hanya shalawat saja. Uang yang datang ya ada juga, tapi nggak habis-habis. Itu berkat shalawat,” lanjut Kiai Masduqie dalam pengajiannya.

Kisah lainnya, suatu ketika, seorang bidan mengadu kepada Kiai Masduqie tentang suaminya yang pergi meninggalkannya karena terpikat dengan wanita lain. Ia berharap suaminya bisa kembali. Abah, demikian para santrinya menyapa, menjawab bidang tersebut dengan tegas menganjurkan untuk baca shalawat. Bidan pun secara istiqamah mengamalkannya, dan dalam selang beberapa lama suaminya kembali seraya bertobat.

Kiai Masduqie memiliki sembilan putra/putri ini yang di samping sarjana juga bisa membaca kitab semua. Saat anak beliau ada yang mau ujian, di samping putranya juga disuruh baca shalawat, belaiu juga membacakan shalawat untuk kelancaran dan kesuksesan putra-putrinya.

Kiai Masduqie pernah dawuh, ”Berkat shalawat Nabi SAW, semua yang saya inginkan belum ada yang tidak dituruti oleh Allah. Belum ada permintaan yang tidak dituruti berkat shalawat Nabi. Semua permintaan saya terpenuhi berkat shalawat”. 

Shallu ‘alan Nabi Muhammad! Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad.

Indirijal Lutofa, Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono, Malang dan mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Malang. Kisah ini diperoleh pendengaran langsung penuturan Kiai Masduqie saat memberikan penggajian di Majlis Ta'liim wal Maulid Riyadhul Jannnah Malang, Jawa Timur dan kisah yang dituturkan putranya.

Read More ->>

Kiyai Umar Bin Abdul Mannan Mangkuyudan

Mahbib, NU Online |

Di antara maziyyah, keistimewaan Kiai Umar bin Abdul Manan, Mangkuyudan, Solo adalah kepiawaiannya membawa diri sehingga dapat menjaga perasaan orang lain dengan cara-cara yang indah. Dari keluarga, tamu, santri, tetangga, orang miskin, kaya, pejabat, rakyat, muslim atau nonmuslim semua dihormati Kiai Umar dengan baik. 

Dalam Ad Durrul Mukhtar, sebuah buku karya KH Ahmad Baedlowie Syamsuri yang mengisahkan manaqib Kiai Umar diceritakan bahwa Kiai Umar adalah orang yang rutin menjalankan puasa sunnah Syawal selama 6 hari dengan dimulai setiap tanggal 2 Syawal. Padahal, di sisi lain, hari-hari seperti itu Kiai Umar juga sedang open house, tamu dari berbagai daerah sedang banyak berdatangan dengan keperluan silaturahim, sowan Lebaran. 

Namun, bagaimana sikap para tamu ketika mereka mengetahui bahwa tuan rumah yang didatangi dalam keadaan puasa? Hampir bisa dipastikan mereka tak akan leluasa menyantap sajian yang sudah berada di depan mata. Siapa pun tamunya, bukankah ini merupakan sedikit rintangan?

Namun Kiai Umar tidak kekurangan cara supaya para tamu dapat menikmati hidangan tanpa mereka sadar bahwa kiai sedang berpuasa. Kiai Umar selalu menyiapkan setengah gelas air minum yang disajikan di hadapannya. 

Sewaktu kiai mempersilahkan para tamu untuk menikmati sajian ataupun minuman “monggo-monggo, silahkan!”, Kiai Umar juga sembari mengangkat gelas yang telah disiapkan dengan menyentuhkan bibir gelas yang ia pegang naik ke atas hingga menempel pada bibir kiai. Dengan begitu, tak ada tamu yang merasa bahwa kiai adalah orang yang berpuasa. Mereka juga tak ada yang sadar bahwa air setengah gelas yang di hadapan kiai hanyalah air fantasi saja. Yang mengetahui ini hanyalah keluarga atau orang-orang terdekatnya saja.

Beginilah di antara potret orang yang mengikuti sunah-sunah Nabi dengan cara elegan dan berhati-hati. Tidak hanya berhenti pada boleh atau tidak boleh menurut kacamata syari’at, tapi adab dan tata adat masyarakat juga selalu mereka pegang dengan kuat. 

Di sini, minimal dapat ambil pelajaran. Pertama, bahwa Kiai Umar adalah pengamal puasa sunah 6 hari di bulan Syawal di mana pahalanya sama dengan puasa setahun penuh. Kedua, Kiai Umar adalah orang yang hormat kepada tamu dengan penghormatan yang istimewa. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad, yang artinya “Barangsiapa iman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya”. (Ahmad Mundzir)

Read More ->>

Sejarah Muslim Rohingya

*_Sejarah Muslim Rahingya_*

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kerajaan Arakan, itulah cikal bakal Rahingya yang saat ini penduduknya diusir oleh teroris Budha.

Arakan berada di Asia Tenggara, dan masuk dalam wilayah negara Burma secara paksa.

Di masa penjajahan Inggris, Burma merupakan bagian dari wilayah kesatuan India di bawah imperium Inggris. Kemudian oleh Inggris, di tahun 1947, wilayah Burma diproklamirkan sebagai negara merdeka. Tentu saja untuk kepentingan Inggris.

Luas wilayah Arakan kurang lebih 32 ribu km2. Wilayahnya terpisah dengan Burma secara geografis, dengan adanya pegunungan Arakan (Arakan Range).

Menurut sensus Bank Dunia 2013, populasi penduduk Burma lebih dari 50 juta jiwa. Populasi Muslim Burma mencapai 15%. Setengah diantaranya menempati wilayah Arakan yang mayoritas Muslim. sehingga di Arakan, 70% penduduknya kaum muslimin sementara sisanya masyarakat Budha Almagh dan penganut agama lainnya.

Di Burma sendiri ada sekitar 140 etnis. Yang terbesar, etnis Burma, mereka penguasa negeri itu. Etnis yang lain, Syan, Kasyan, Karin, Syin, Almagh, dan kaum muslimin, yang dikenal dengan Rohingya. Mereka etnis terbesar kedua setelah Burma. Populasi mereka sekitar 5 juta jiwa.

*Keberadaan Muslim di Arakan*

Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum muslimin telah sampai di Arakan di masa khalifah bani Abbasiyah, Harun ar-Rasyid. Di abad 7 Masehi. Islam masuk melalui para pedagang arab. Ketika pemeluk islam telah banyak, terbentuklah kerajaan Arakan sebagai negara yang berdiri sendiri.

Dalam perjalanannya, kerajaan ini telah dipimpin 48 raja muslim berturut-turut. Itu berjalan selama lebih dari 3,5 abad. Sekitar antara tahun 1430 – 1784 M. Kerajaan ini telah membentuk peradaban yang meninggalkan bangunan-bangunan masjid, dan sekolah. Diantaranya Masjid Badrul Maqam yang terkenal di Arakan.

*Penjajahan Budha ke Arakan*

Tahun 1784 M, raja budha burma, masuk ke wilayah Arakan dan mencaplok Arakan sebagai wilayah Burma. Mereka khawatir, islam akan tersebar di sana. Penjarahan, perampasan, perusakan masjid dan pembantaian ulama, terjadi besar-besaran oleh para teroris Budha. Penjajahan itu berlangsung selama 40 tahun, berakhir dengan kehadiran penjajah Inggis yang masuk Burma melalui India.

Di tahun 1824 M, Burma disatukan dengan wilayah kesatuan India, di bawah imperium penjajah Inggris.

Di tahun 1942 M, kaum muslimin dibantai besar-besaran oleh Budha Almagh setelah mereka mendapatkan bantuan senjata dan pasukan dari Budha Burma dan penjajah. Korban yang tercatat ketika itu lebih dari 100 ribu muslim. mayoritas wanita, orang tua, dan anak-anak. Ratusan ribu mengungsi keluar. Sejarah yang terlupakan.

Di tahun 1947 M, menjelang kemerdekaan Burma, dilakukan rapat umum di kota Peng Long, membahas persiapan kemerdekaan. Semua etnis diundang, kecuali muslim Rohingya. Karena diantara misi terbesar kemerdekaan adalah mengusir mereka dari Arakan. Dan di tahun 1948, Inggris memerdekakan Burma.

Setelah kudeta 1988, pemerintahan Burma dipegang oleh Militer. Kaum muslimin Rohingya semakin bertambah penderitaannya. Mereka terus mendapatkan tekanan.

Semoga Allah memberikan pertolongan dan kekuatan kaum muslimin.

🖊 Ditulis oleh Redaksi Konsultasi Syariah

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/C9o4FPVme6fEXmjElmUo6Y
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/7KFeJZTvieW1s10x7lCbKz

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.
[4/9 10.19] ‪+62 811-8093-093‬: *_Rohingya, Terlupakan Media_*

_Menurut keterangan media liberal, dalam kasus rohingya, kita tidak bisa menyalahkan orang budha. Karena masyarakat rohingya menjaga jarak dan tidak bs bergaul dengan mereka. Bagaimana menjawabnya._

*Jawab:*

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Seharusnya kita layak merasa malu, tragedi kemanusiaan yang menimpa kaum muslimin rohingya, ternyata baru saja kita dengar. Respon kita terlambat, sementara itu sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu, jika dihitung sejak penyerangan kaum budha pertama, di tahun 1784. Padahal muslim Indonesia berada di dekat mereka.

Ketika tragedi kemanusiaan ini mulai dianggat di tahun 2012, banyak orang yang masih tidak percaya. Apa benar kaum budha sekejam itu? Lebih sadis dari pada pembantaian yang terjadi di belahan bumi lainnya.

Di tahun itu, belum banyak yang menyuarakan penggalangan donasi untuk muslim Rohingya.

*Tragedi Kemanusiaan yang Terlupakan*

Tahun 1987, Syaikh Mihmas al-Jal’ud menuliskan berbagai penderitaan kaum muslimin di wilayah minoritas. Beliau tuangkan dalam bukunya, al-Muwalah wal Mu’adah fi as-Syariah al-Islamiyah.

Beliau menyebutkan,

_“Umat islam di Arakan telah merasakan banyak kedzaliman, terorisme dan genosida (pembantaian besar-besaran secara sistematis). Orang-orang budha telah membantai lebih dar 100.000 muslim, menculik 5.000 muslimah, dan tidak kurang dari 500 wanita diperkosa di hadapan suaminya atau anaknya.”_

Tahun 1991, muslimin Rohingya mendapatkan tekanan yang kesekian kalinya. Sebanyak 300.000 muslim berhijrah ke Bangladesh. Sementara yang tersisa, wajib mengikuti politik pembasmian etnis dan program KB paksa. Muslimah tidak boleh menikah di bawah 25 tahun dan lelaki muslim tidak boleh menikah di bawah 30 tahun. Dan apabila terjadi kehamilan, wajib melaporkan diri di kantor pasukan keamanan perbatasan (NASAKA).

Semua media mendiamkannya. Media-media barat tahu, tapi mereka mendiamkannya. Hingga kita tidak pernah mendengar beritanya. Menunjukkan betapa mereka sangat rapi dalam menyembunyikan setiap derita yang dialami kaum muslimin. Apapun agamanya, ketika melawan kaum muslimin, mereka akan saling bersatu.

Benarlah apa yang dinyatakan ulama,

‎الكفر ملة واحدة

_Kekufuran itu satu agama._

*Mereka Menutupinya*

Usaha inilah yang dilakukan orang munafik. Di saat tragedi rahasia itu mulai terungkap, mereka berjuang untuk menutupinya. Agar kaum muslimin melupakannya dan tidak mempedulikannya. Agar kaum muslimin tidak memberikan dukungan apapun bagi mereka.

Dan itulah karakter orang-orang munafik. Mereka senang ketika melihat kaum muslimin susah dan mereka susah ketika kaum muslimin menang. Allah berfirman,

‎إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً

_Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu._ (QS. Ali Imran: 120)

Di ayat lain, Allah menyebutkan, orang munafik lebih berpihak kepada orang kafir. Dengan harapan bisa mendapatkan dukungan.

‎الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعاً

_Orang-orang munafik yang menjadikan orang-orang kafir sebagai teman-teman dekat, dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah._ (QS. an-Nisa: 139)

Orang munafik di masa silam, tinggal bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Mereka mengaku muslim, shalat jamaah di masjid, dan mengikuti kegiatan kaum muslimin lainnya. Sama halnya di zaman kita, mereka muslim secara ktp.

Di saat yang sama, ucapan mereka sangat nyelekit dan selalu menyudutkan kaum muslimin. Sehingga ketika kaum muslimin kalah di medan jihad, mereka merasa senang. Sebaliknya, mereka justru sedih ketika kaum muslimin menang.

Karena itu, anda tidak perlu heran ketika ada yang mengaku,

❗ Kami tidak temukan cerita pembantaian di Myanmar
❗ Pengungsi syiah sampang lebih penting untuk diperhatikan dari pada Rohingya
❗ Itu yang salah masyarakat Rohingya yang tidak bisa bersatu dengan masyarakat
❗ Ini perseteruan karena latar belakang etnis dan bukan agama, dst.

Ini semua berangkat dari upaya mereka untuk menutupi kejadian kemanusiaan yang sangat kejam ini.

_Allahu a’lam_

👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/C9o4FPVme6fEXmjElmUo6Y
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/7KFeJZTvieW1s10x7lCbKz

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.[4/9 10.19] ‪+62 811-8093-093‬: *_Sejarah Muslim Rahingya_*

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kerajaan Arakan, itulah cikal bakal Rahingya yang saat ini penduduknya diusir oleh teroris Budha.

Arakan berada di Asia Tenggara, dan masuk dalam wilayah negara Burma secara paksa.

Di masa penjajahan Inggris, Burma merupakan bagian dari wilayah kesatuan India di bawah imperium Inggris. Kemudian oleh Inggris, di tahun 1947, wilayah Burma diproklamirkan sebagai negara merdeka. Tentu saja untuk kepentingan Inggris.

Luas wilayah Arakan kurang lebih 32 ribu km2. Wilayahnya terpisah dengan Burma secara geografis, dengan adanya pegunungan Arakan (Arakan Range).

Menurut sensus Bank Dunia 2013, populasi penduduk Burma lebih dari 50 juta jiwa. Populasi Muslim Burma mencapai 15%. Setengah diantaranya menempati wilayah Arakan yang mayoritas Muslim. sehingga di Arakan, 70% penduduknya kaum muslimin sementara sisanya masyarakat Budha Almagh dan penganut agama lainnya.

Di Burma sendiri ada sekitar 140 etnis. Yang terbesar, etnis Burma, mereka penguasa negeri itu. Etnis yang lain, Syan, Kasyan, Karin, Syin, Almagh, dan kaum muslimin, yang dikenal dengan Rohingya. Mereka etnis terbesar kedua setelah Burma. Populasi mereka sekitar 5 juta jiwa.

*Keberadaan Muslim di Arakan*

Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum muslimin telah sampai di Arakan di masa khalifah bani Abbasiyah, Harun ar-Rasyid. Di abad 7 Masehi. Islam masuk melalui para pedagang arab. Ketika pemeluk islam telah banyak, terbentuklah kerajaan Arakan sebagai negara yang berdiri sendiri.

Dalam perjalanannya, kerajaan ini telah dipimpin 48 raja muslim berturut-turut. Itu berjalan selama lebih dari 3,5 abad. Sekitar antara tahun 1430 – 1784 M. Kerajaan ini telah membentuk peradaban yang meninggalkan bangunan-bangunan masjid, dan sekolah. Diantaranya Masjid Badrul Maqam yang terkenal di Arakan.

*Penjajahan Budha ke Arakan*

Tahun 1784 M, raja budha burma, masuk ke wilayah Arakan dan mencaplok Arakan sebagai wilayah Burma. Mereka khawatir, islam akan tersebar di sana. Penjarahan, perampasan, perusakan masjid dan pembantaian ulama, terjadi besar-besaran oleh para teroris Budha. Penjajahan itu berlangsung selama 40 tahun, berakhir dengan kehadiran penjajah Inggis yang masuk Burma melalui India.

Di tahun 1824 M, Burma disatukan dengan wilayah kesatuan India, di bawah imperium penjajah Inggris.

Di tahun 1942 M, kaum muslimin dibantai besar-besaran oleh Budha Almagh setelah mereka mendapatkan bantuan senjata dan pasukan dari Budha Burma dan penjajah. Korban yang tercatat ketika itu lebih dari 100 ribu muslim. mayoritas wanita, orang tua, dan anak-anak. Ratusan ribu mengungsi keluar. Sejarah yang terlupakan.

Di tahun 1947 M, menjelang kemerdekaan Burma, dilakukan rapat umum di kota Peng Long, membahas persiapan kemerdekaan. Semua etnis diundang, kecuali muslim Rohingya. Karena diantara misi terbesar kemerdekaan adalah mengusir mereka dari Arakan. Dan di tahun 1948, Inggris memerdekakan Burma.

Setelah kudeta 1988, pemerintahan Burma dipegang oleh Militer. Kaum muslimin Rohingya semakin bertambah penderitaannya. Mereka terus mendapatkan tekanan.

Semoga Allah memberikan pertolongan dan kekuatan kaum muslimin.

🖊 Ditulis oleh Redaksi Konsultasi Syariah

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/C9o4FPVme6fEXmjElmUo6Y
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/7KFeJZTvieW1s10x7lCbKz

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.
[4/9 10.19] ‪+62 811-8093-093‬: *_Rohingya, Terlupakan Media_*

_Menurut keterangan media liberal, dalam kasus rohingya, kita tidak bisa menyalahkan orang budha. Karena masyarakat rohingya menjaga jarak dan tidak bs bergaul dengan mereka. Bagaimana menjawabnya._

*Jawab:*

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Seharusnya kita layak merasa malu, tragedi kemanusiaan yang menimpa kaum muslimin rohingya, ternyata baru saja kita dengar. Respon kita terlambat, sementara itu sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu, jika dihitung sejak penyerangan kaum budha pertama, di tahun 1784. Padahal muslim Indonesia berada di dekat mereka.

Ketika tragedi kemanusiaan ini mulai dianggat di tahun 2012, banyak orang yang masih tidak percaya. Apa benar kaum budha sekejam itu? Lebih sadis dari pada pembantaian yang terjadi di belahan bumi lainnya.

Di tahun itu, belum banyak yang menyuarakan penggalangan donasi untuk muslim Rohingya.

*Tragedi Kemanusiaan yang Terlupakan*

Tahun 1987, Syaikh Mihmas al-Jal’ud menuliskan berbagai penderitaan kaum muslimin di wilayah minoritas. Beliau tuangkan dalam bukunya, al-Muwalah wal Mu’adah fi as-Syariah al-Islamiyah.

Beliau menyebutkan,

_“Umat islam di Arakan telah merasakan banyak kedzaliman, terorisme dan genosida (pembantaian besar-besaran secara sistematis). Orang-orang budha telah membantai lebih dar 100.000 muslim, menculik 5.000 muslimah, dan tidak kurang dari 500 wanita diperkosa di hadapan suaminya atau anaknya.”_

Tahun 1991, muslimin Rohingya mendapatkan tekanan yang kesekian kalinya. Sebanyak 300.000 muslim berhijrah ke Bangladesh. Sementara yang tersisa, wajib mengikuti politik pembasmian etnis dan program KB paksa. Muslimah tidak boleh menikah di bawah 25 tahun dan lelaki muslim tidak boleh menikah di bawah 30 tahun. Dan apabila terjadi kehamilan, wajib melaporkan diri di kantor pasukan keamanan perbatasan (NASAKA).

Semua media mendiamkannya. Media-media barat tahu, tapi mereka mendiamkannya. Hingga kita tidak pernah mendengar beritanya. Menunjukkan betapa mereka sangat rapi dalam menyembunyikan setiap derita yang dialami kaum muslimin. Apapun agamanya, ketika melawan kaum muslimin, mereka akan saling bersatu.

Benarlah apa yang dinyatakan ulama,

‎الكفر ملة واحدة

_Kekufuran itu satu agama._

*Mereka Menutupinya*

Usaha inilah yang dilakukan orang munafik. Di saat tragedi rahasia itu mulai terungkap, mereka berjuang untuk menutupinya. Agar kaum muslimin melupakannya dan tidak mempedulikannya. Agar kaum muslimin tidak memberikan dukungan apapun bagi mereka.

Dan itulah karakter orang-orang munafik. Mereka senang ketika melihat kaum muslimin susah dan mereka susah ketika kaum muslimin menang. Allah berfirman,

‎إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً

_Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu._ (QS. Ali Imran: 120)

Di ayat lain, Allah menyebutkan, orang munafik lebih berpihak kepada orang kafir. Dengan harapan bisa mendapatkan dukungan.

‎الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعاً

_Orang-orang munafik yang menjadikan orang-orang kafir sebagai teman-teman dekat, dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah._ (QS. an-Nisa: 139)

Orang munafik di masa silam, tinggal bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Mereka mengaku muslim, shalat jamaah di masjid, dan mengikuti kegiatan kaum muslimin lainnya. Sama halnya di zaman kita, mereka muslim secara ktp.

Di saat yang sama, ucapan mereka sangat nyelekit dan selalu menyudutkan kaum muslimin. Sehingga ketika kaum muslimin kalah di medan jihad, mereka merasa senang. Sebaliknya, mereka justru sedih ketika kaum muslimin menang.

Karena itu, anda tidak perlu heran ketika ada yang mengaku,

❗ Kami tidak temukan cerita pembantaian di Myanmar
❗ Pengungsi syiah sampang lebih penting untuk diperhatikan dari pada Rohingya
❗ Itu yang salah masyarakat Rohingya yang tidak bisa bersatu dengan masyarakat
❗ Ini perseteruan karena latar belakang etnis dan bukan agama, dst.

Ini semua berangkat dari upaya mereka untuk menutupi kejadian kemanusiaan yang sangat kejam ini.

_Allahu a’lam_

👤 Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Website https://www.maahaadzaa.com
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
Add BBM PIN: D3696C01
WhatsApp Group khusus *Ikhwan* https://chat.whatsapp.com/C9o4FPVme6fEXmjElmUo6Y
WhatsApp Group khusus *Akhwat* https://chat.whatsapp.com/7KFeJZTvieW1s10x7lCbKz

Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.

Read More ->>

Allah Dan Walinya

Tidak ada bukti yang menunjukkan adanya Allah dan Para wali kecuali Allah.

Mahasuci Allah yang tidak membuat penanda atas para wali-Nya, kecuali dengan penanda atas Diri-Nya. Dia juga tidak mempertemukan dengan mereka, kecuali orang yang Dia kehendaki untuk sampai kepada-Nya.
-Ibnu Atha’illah al-iskandari-

Mahasuci Allah yang sengaja menjadikan penanda diri-Nya sebagai penanda para Wali-Nya. Sulit bagi kita mengenali seorang wali, sebagaimana sulit mengenali Allah.
Kerena Allah terhijab dengan alam semesta, jalan untuk sampai kepada-Nya dan mengenali-Nya merupakan perkara yang amat sulit, jika hijab tersebut tersingkap di hadapan seseorang, tentu itu adalah karunia besar dan anugerah agung yang harus disyukurinya.

Demikian pula para wali, ia terhalang oleh tebalnya ciptaan-ciptaan lahir, makanan dan minuman yang ia konsumsi pun perkara yang sulit. Jika seseorang bisa mengenali wali, berarti ia telah mendapatkan anugerah dan karunia besar yang harus ia syukuri.
Kesimpulannya, mendapat makrifat dan mengenali Allah secara khusus adalah bentuk perhatian dan kasih sayang Allah swt kepada seorang hamba, bukan karena permohonan atau karena sebab tertentu. Demikian pula mengenali seorang wali. Bahkan, mengenali seorang wali itu lebih sulit daripada mengenali Allah karena Allah swt sudah dikenal dengan kesempurnaan dan keindahan-Nya. Sementara itu, seorang wali sama dengan kita. Ia biasa makan dan minum serta melakukan aktivitas manusia biasa seperti kita.

Jika Allah ingin memperkenalkanmu dengan seorang wali-Nya agar kau mendapatkan manfaat darinya. Dia akan menutupi wujud kemanusiaanya dan memperlihatkan padamu wujud keistimewaannya. Tak ada yang dapat mengenali para wali atau berkumpul bersama mereka, kecuali yang dikehendaki Allah. Allah akan cemburu jika mereka dikerumuni manusia. Barang siapa yang akan dikenalkan Allah kepadanya maka Allah akan menghimpunnya dengan mereka dalam sebuah persahabatan khusus.
Para wali ini ada dua kelompok. Kelompok pertama, yang terlihat dia mata orang awam dan orang khusus. Kelompok kedua, yang terlihat di mata orang khusus. Di samping itu, ada juga hamba-hamba Allah yang tak seorang pun makhluk-Nya mampu melihat mereka, bahkan para malaikat yang bertugas mencabut nyawa sekalipun. Yang mencabut mereka adalah Allah langsung dan badan mereka tak sedikit pun tersentuh debu.

Read More ->>

Jenazah Wanita Yang Diiringi Ratusan Kucing

*Kisah Nyata Jenazah Wanita Diikuti Oleh Ratusan KUCING dan Dijaga Kuburnya*

PenulisRicky -5 September 20170256gung​

Dikisahkan oleh Habib Munzir Bin Fuad Al Musawwa: “Seorang Wanita Yang Jenazahnya diikuti Banyak Kucing”. Terjadi beberapa waktu yang silam saat itu saya masih di Tarim, Hadramaut. Tinggal beberapa lama di kota syihir, wilayah Mukalla disitu ada seorang wanita tua wafat, suatu hari saya melihat jenazah diusung. Tapi ada 1 hal yang ganjil. Apa yang ganjil? Ketika jenazahnya diusung, banyak orang yang mengusungnya dan ratusan ekor kucing ikut mengantarkan jenazah. Ini ganjil, saya fikir ada jenazah diikuti ratusan ekor kucing dan baru ini saya melihatnya. Ketika saya bertanya-tanya, kenapa ini? Mereka memuji wanita tua yang wafat itu alaiha rahmatullah. Di masa hidupnya nafkahnya dicukupi oleh anak – anaknya, kerjanya tiap pagi masuk ke pasar mengambil bekas kepala – kepala ikan yang terbuang dan ditaruh di sebuah gerobak dan ia melemparnya kepada semua kucing yang ada di jalanan. Bertahun – tahun itu terjadi sampai setiap pagi, ratusan kucing sudah berjajar di jalanan menunggu bagian yang diberikan dari wanita tua itu. Ketika ia wafat, ratusan ekor kucing itu mengantarkan jenazahnya. Berhari –hari puluhan ekor kucing tidak meninggalkan kuburnya. Demikian hadirin – hadirat, Allah SWT. Jadikan Ibrah (contoh) bahwa setiap hewan itu mempunyai perasaan terima kasih kepada yang memberinya. Bagaimana aku dan kalian yang selalu diberi oleh Allah SWT, adakah perasaan terima kasih terlintas untuk selalu berbakti kepada Allah.

Read More ->>

Rabu, 06 September 2017

Adab Istri Marang Garwane

🌴...................................

*ADAB ISTERI MARANG GARWANE*

*Wajib diwaca...!!!*👇🏽

*Wengi iku kang Paidi lagi nuturi bojo'ne sing gak tau mangan tembok'e pesantren.*

*Paidi garwo'ne menik...*

Paidi : "Dik, tak kandani yo dik...tapi, awakmu ojo nesu ya...?!"

Menik : "Iya, kang....Aku arep dikandhani apa tho kang Paidi...??

Paidi : "Ngene yo dik...Wong wadon iku kudune...

*1. Dawaamul hayaa'i min zaujihaa...*

Langgeng anggone isin karo sing lanang.

Lha kowe...
Jaman biyen pas manten anyar isinan, malu-malu...
Nisbat'e kudu ngentut ae diempet, isin karo aku.

Lha saiki, isinmu wis ilang...
Saiki awakmu wis ilang rasa isin'e.
Ngentut yo prat-pret sak gelem-e...!!

*2. Wa Ghodl-dlu Thorfihaa Quddaamahu...*

Nang ngarep'e wong lanang iku pantese dingkluk, amrih nuduhno hormate...

Lha awakmu...dikandani malah ngajak duel karo mecicili aku...!

*3. Wath-thoo'atu li amrihii...*

Nurut karo printahe wong lanang, kejaba printah sing nerak syare'at, kowe kudu anut, dik...

Lha awakmu, tak kongkon gawe kopi ae malah nyentak-nyentak aku.
Cincing-cincing jarik, karo muring-muring ngamuk ora ngurus perasaanku...

*4. Wassukuutu 'inda kalaamihii...*

Nek wong lanang lagi ngomong, rungokna, dik...

Aja malah wong lanang ngucap sekecap rong kecap, awakmu bales puluhan kecap...

Aku ngomong rung rampung awakmu nek bales kaya suara'ne mercon pas wulan pasa.

*5. Walqiyaamu 'inda Quduumihii wa khuruujihii...*

Nek wong lanang arep budal tindakan utawa lunga nyambut gawe, wong wadon kudu derekne tekan ngarep lawang, sinambi dongakna.

Umpama'ne sing lanang kundur, wong wadon kudu nyambut rawuhe wong lanang kanthi ajere rahi...

Lha awakmu...aku mangkat kerja ora ngurus, aku teka kerja, kowe ya cuek...!!

*6. Wa 'ardlu nafsihaa lahu 'inda irodatin nauumi...*

Misalkan wong lanang arep nyare, mlebu kamar, wong wadon kudune tawa awakke....

''ajheng ngersakke napa, mas...?''

Lha awakmu...

Tak jak turu bareng ae wegah, luwih mentingke nonton sinetron lan pesbukan....

Ngeneku ora garing kasih sayang piye jal...?

*7. Wa ta'ath-thuru...*

Kowe mbok tuku minyak wangi, wong wadon iku kudu gae wewangen. Ben sing lanang semangat tur tambah dèmèn.

*8. Wa ta'ahhuduha alfamma bilmiski wath-thoibi...*

Sikatan, dik...

Kowe tak sawang-sawang kok ya jarang sikatan untu.

Syukur-syukur nganggo pengharum mulut ben aku tambah betah.

*9. Wa dawaamuz ziinati bikhudlrotihii wa tarkuhaa 'inda Ghoibatihii...*

Wong wadon iku kudu macak, nganggo pepaes menawane sing
lanang nang omah, amrih nyenengke atine wong lanang, ninggal macak utawa pepaes menawa'ne sing lanang ora nang omah.

Lha kowe...aku nang omah malah nganggone ora genah, karo rambute dawul-dawul kaya gendruwo bar lahiran...

Pas arep budal arisan utawa kondangan nek macak moblong-moblong kaya ondel-ondel.

*10. Watarkul khiyaanati lahu...*

Aja nyidrani tresnane wong lanang.

lha kowe...angger ana "Bronis" malah carper....!

Eling dik, anakmu wes selikur, diluk maneh ya arep duwe putu....!!"

___〰➰➰➰〰___

🙇‍♀Menik banjur nangis....😥 ngerangkul awake kang Paidi.....

Mendadak si menik sesenggukan jaluk sepura'ne Paidi...🙏🙏🙏

☝☝ *Mangga dijipuk positip'e ae, lur....*

Read More ->>

Seandainya Allah Bisa Dilihat


*_SEANDAINYA ALLAH BISA DILIHAT_*

Seorang wanita datang mengadu pada Imam Juned seraya berkata :"Suamiku mau menikah lagi".

Imam Juned berkata : "jika ia belum memiliki 4 orang istri boleh baginya menikah lagi".

Wanita itu berkata : "seandainya diperbolehkan melihat wanita yang bukan mahrom,niscaya akan kubuka padamu hijab yang menutupi wajahku sehingga engkau bisa melihatku dan engkau akan tahu bahwa orang yang memiliki istri 7sepertiku tidak sepatutnya ia kawin lagi pada wanita lain" .

Spontan imam Juned jatuh pingsan, tatkala sadar beliau ditanya tentang sebab pingsannya ?

Beliau menjawab : "seakan-akan Allah SWT berfirman : "seandainya seseorang bisa melihatku di dunia, niscaya aku akan menyingkap baginya hijab yg menutupi zatku, sehingga ia bisa melihatku,kemudian ia tahu bahwa orang yg memiliki tuhan sepertiku tidak sepatutnya ada dihatinya sesuatu selainku".

اللهم املإ قلوبنا محبتك محبة صادقة...

Read More ->>

Sluku Sluku Bathok Dan Maknanya

*SLUKU-SLUKU BATHOK*

_Sluku-Sluku Bathok_ _Bathoke Ela Elo_
_Si Rama Menyang Solo_
_Oleh-Olehe Payung Mutho_
_Mak Jenthit Lolo Lo Bah_
_Yen Mati Ora Obah_
_Yen Obah Medeni Bocah_
_Yen Urip Goleko Duwit_

*_Sluku-Sluku Bathok_*
_Artinya:_ Hidup Tidak Boleh Dihabiskan Hanya Untuk Bekerja, Waktunya Istirahat Ya Istirahat, Untuk Menjaga Jiwa Dan Raga Agar Selalu Dalam Kondisi Yang Seimbang, Bathok Atau Kepala Kita Perlu Beristirahat Untuk Memaksimalkan Kemampuanya.

*_Bathoke Ela Elo_*
_Artinya:_ Dengan Berdzikir (ela elo= Laa ilaaha ilalloh) Mengingat Allah, Syaraf Neuron Di Otak Akan Mengendur, Ingatlah Allah, Dengan Mengingat-Nya Hati Menjadi Tentram.

*_Si Rama Menyang Solo_*
_Artinya:_
Siram (Mandilah, Bersucilah) Menyang (Menuju) Solo (Sholat) Lalu Bersuci Dan Dirikan Sholat.

*_Oleh-Olehe Payung Mutho_*
_Artinya:_ Maka Kita Akan Mendapatkan Perlindungan (Payung) Dari Allah, Tuhan Kita,

*_Mak Jenthit Lolo lo Bah_*
_Artinya:_ Kematian itu Datangnya Tiba-Tiba, Tak Ada Yang Tahu, Tak Dapat Diprediksi Dan Tak Juga Dikira-Kira, Tak Bisa Dimajukan Dan Tak Bisa Pula DiMundurkan,

*_Wong Mati Ora Obah_*
_Artinya:_ Saat Kematian Datang, Semua Sudah Terlambat, Kesempatan Beramal Hilang.

*_Yen Obah Medeni Bocah_*
_Artinya:_ Banyak Jiwa Yang Rindu Untuk Kembali Pada Allah Ingin Minta Dihidupkan, Tapi Allah Tak Mengijinkan, Jika Mayat Hidup Lagi Maka Bentuknya Pasti Menakutkan Dan Mudhorotnya Lebih Besar.

*_Yen Urip Goleko Dhuwit_*
_Artinya:_ Kesempatan Beramal Untuk Beramal Hanya ada Di Saat Sekarang (Selagi Mampu Dan Ada Waktu) Bukan Dinanti (Ketidak Mampuan Dan Hilangnya Kesempatan) Tempat Beramal Hanya Disini (Dunia) Bukan Disana (Akherat) Disana Bukan Tempat Beramal (Bercocok Tanam) Tapi Tempat Berhasil (Panen Raya)

_Subhanalloh, Dalam Banget Arti Dan Makna Tembang "Sluku-Sluku Bathok" Karya Kanjeng Sunan KaliJaga, Semoga Kita Semua Di Beri Keselamatan Dunia Dan Akhirat Aamin..._

Read More ->>

Senin, 15 Mei 2017

NU Ormas Teraneh Sedunia

NU Adalah ormas ter aneh sedunia

NU itu organisasi paling aneh di dunia,,
Itulah sekelumit ulasan" prof Alan nielsen , seorang pengamat inteljen barat ,,,
Bgaimana tdk ,,sejak kelahirannya, NU slalu di fitnah dan di intimidasi dan ingin di habisi keberadaannya , mulai th 1955-1998 , Pergerakan da'wah dan politiknya di awasi super ketat oleh penguasa , sehingga ingin mengadakan pengajian minta ijin sulitnya minta ampun, dan NU tak di beri ruang sedikitpun untuk menghdpkan  "strukturalnya" .
Ia mengibaratkan  " NU itu ibarat manusia yg di potong lehernya tapi ia masih bisa berlari dan hidup " padahal jika organisasi apapun akan hancur jika di habisi kepalanya ( strukturnya ) .

Nazi , NII   ,NI ,Masyumi ,PKI' dan banyak lgi , semua tinggal nama,,
Tpi tidak dg NU yg masih tetep eksis dan berkembang pesat hingga sekarang , yg terjadi malah sebaliknya  " siapa yg memusuhi NU akan hancur dg sendirinya.

Sejarah membuktikan " organisasi- organisasi terdahulu yg hancur itu karna mereka selalu memusuhi NU , mulai dri PKI ,Masyumi , DII, TII ,NII , bahkan orde baru yg mengintimidasi NU selama32 thn pun kini hanya tinggal nama.

Maka sesungguhnya Andai NU ini sbgai organisasi yg bkan di dirikan oleh para ulama/Aulia  dan bukan organisasi yg di ridoi allah tentu NU sudah hancur sejak dari dulu.  ,,,,
Saudi dan sekutunya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 thn untk meluluh lantakkan irak ,libya ,suriah , afganistan , tapi ia tak mampu menguasai indonesia meski telah menghabiskn milyaran dollar ,, karna di NKRI masih ada sebuah organisasi yg bernama NU "

... bangga jdi warga NU
"NU tak butuh kita tpi kta yg btuh "NU"

Read More ->>

Yakin Dan Tawakkal

Hadist ke 10 (YAQIN & TAWAKKAL)

وَعنْ أنَسٍ رضي اللَّهُ عنه قال : كَان أخوانِ عَلَى عهْدِ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَ أَحدُهُما يأْتِي النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، والآخَرُ يحْتَرِفُ ، فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أخَاهُ للنبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : « لَعلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ » رواه التِّرْمذيُّ

Dari Sayyidina Anas رضيَ اللَّه عنْهُ berkata : "Ada dua orang bersaudara pada zaman Nabi صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم salah seorang dari keduanya itu datang kepada Nabi صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم , yang lainnya lagi bekerja. Orang yang bekerja ini mengadu kepada Nabi s.a.w. mengenai saudaranya -yang menganggur itu - lalu beliau صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda yang maksudnya :
"Barangkali engkau diberi rezeki - oleh Allah - itu adalah dengan sebab adanya saudaramu - yang engkau beri pertolongan makan dan lain-lain itu."
(HR Imam Tirmidzi)

*ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH*
Himpunan Alumni Abuya Almaliki

Read More ->>

Sejarah Ulama Keturunan Rasulullah

ALUR SEJARAH PARA ULAMA KETURUNAN RASULLULLAH SAW YANG BERJASA BESAR DI INDONESIA

Keturunan Nabi Muhammad SAW :

Beliau Rasulullah SAW dikaruniai 7 orang anak, 3 laki-laki dan 4 prempuan, yaitu :

1. Qasim
2. Abdullah
3. Ibrahim
4. Zaenab
5. Ruqoiyah
6. Ummu Kultsum
7. Fathimah Azzahra

Setiap keturunan berasal dari ayahnya, namun khusus untuk Keturunan Sayyidatuna Fathimah bersambung kepada Rasulullah SAW, merekalah keturunan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Setiap anak yg dilahirkan ibunya bernasab kepada ayahnya, kecuali anak-anak dari Fathimah, akulah wali mereka, akulah nasab mereka dan akulah ayah mereka.”
(HR. Imam Ahmad).

Sayyidatuna Fathimah dikarunia 2 orang putra yaitu Sayyidina Hasan dan Saayidina Husein, dari kedua cucu Nabi ini melahirkan para anak cucu cucu Rasulullah SAW yang hingga kini kita kenali dengan sebutan Syarif, Syarifah, Sayyid, dan Habib.

Keturunan dari Sayyidina Hasan :

Yaitu sering disebut dengan al-Hasni hanya ada sedikit saja di indonesia.

Keturunan dari Sayyidina Husein :

Sayyidina Husein wafat di Karbala, beliau mempunyai 6 orang anak laki-laki dan 3 wanita, yaitu :

1. Ali Akbar
2. Ali Awsat
3. Ali Ashghar
4. Abdullah
5. Muhammad
6. Jakfar
7. Zainab
8. Sakinah
9. Fathimah

Putra Sayyidina Husein keseluruhannya wafat terkecuali Al Awsat atau yang biasa dikenal dengan Nama Imam Ali Zainal ‘Abidin, mempunyai putra bernama Muhammad Al-Baqir, yang mempunyai Putra bernama Ja’far Ash-Shadiq yang menjadi Guru daripada Imam Hanafi yang kemudian Imam Hanafi ini memiliki murid Imam Maliki, lalu Imam Maliki memiliki murid Imam Syafi’i dan Imam Syafi’i bermuridkan Imam Ahmad bin Hanbal.

Al-Imam Ja’far Ash-Shodiq dilahirkan pada tahun 80 H, riwayat lain menyebutkan 83 H, Meninggal di kota Madinah pada tahun 148 H dan dimakamkan di pekuburan Baqi.Keturunannya yaitu Ali 'Uraidi yang memiliki putra bernama Muhammad An-nagieb, memiliki putra Isa arumi dan memiliki putra Ahmad al-Muhajir.

Ahmad bin Isa al-muhajir punya dua orang putra yaitu Ubaidillah dan Muhammad. Ubaidillah hijrah bersama ayahnya ke Hadramaut, Yaman dan mendapat tiga putra yaitu Alwi, Jadid dan Ismail (Bashriy).
Keturunan mereka punah dalam sejarah, sedangkan keturunan Alwi tetap lestari. Mereka menamakan diri dengan nama sesepuhnya Alwi, yang kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan kaum Sayyid Alawiyin.

Kepindahannya ke Hadramaut disebabkan karena kekuasaan diktator khalifah Bani Abbas yang secara turun-menurun terus memimpin umat Islam, mengakibatkan rasa ketidakpuasan di kalangan rakyat. Akibat dari kepemimpinan yang diktator, banyak kaum muslim berhijrah, menjauhkan diri dari pusat pemerintahan lalu hijrah dan menetap di Hadramaut, Yaman.

Penduduk Yaman khususnya Hadramaut yang mengaku penduduk asli dari qabilah Qahthan, yang awalnya bodoh dan sesat berubah menjadi mengenal ilmu dan berjalan di atas syariat Islam yang sebenarnya.

Para Sayyid Alawiyin menyebarkan dakwah Islamnya di Asia Tenggara melalui dua jalan, pertama hijrah ke India kemudian pada tahap kedua dari India ke Asia Tenggara, atau langsung dari Hadramaut ke wilayah Asia Tenggara melalui pesisir India.

Diantara yang hijrah ke India adalah Syarif Abdullah bin Husein Bafaqih ke kota kanur dan menikahi anak menteri Abdul Wahab dan menjadi pembantunya sampai wafat. Lalu syarif Muhammad bin Abdullah Alaydrus yang terkenal di kota Surat dan Ahmadabad.

Dia hijrah atas permintaan kakeknya Syarif Syech bin Abdullah Al-Aydrus. Begitu pula keluarga Abdul Malik yang diberi dengan gelar ‘Azhamat Khan’.
Dari keluarga inilah asal-muasal keturunan penyebar Islam di Indonesia khususnya di Jawa yang dikenal dengan sebutan Wali Songo. Kemudian dari India, mereka melanjutkan dakwahnya ke Indonesia, yaitu melalui daerah pesisir utara Sumatera yang sekarang dikenal dengan propinsi Aceh.

Menurut Profesor Dr. Hamka. sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan-keturunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain itu datang ke Indonesia, tanah air kita ini. Sejak dari semenanjung Tanah Melayu lalu kepulauan Indonesia dan Filipina. Memang harus diakui banyak jasa-jasa dari mereka dalam penyebaran Islam di seluruh Nusantara ini.

Penyebar Islam dan pembangun kerajaan islam di Banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah yang diperanakkan di Aceh. Syarif kebungsuan tercatat sebagai penyebar Islam di Mindanau dan Sulu. Sesudah pupus keturunan laki-laki dari Iskandar Muda Mahkota Alam, pernah bangsa Sayyid dari keluarga Jamalullail menjadi raja di Aceh.

Negeri Pontianak pernah diperintah oleh bangsa Sayyid al-Gadri. Siak oleh keluarga dari bangsa Sayyid Bin Shahab.
Perlis (Malaysia) didominasi dan dirajai oleh bangsa dari Sayyid Jamalullail Yang Dipertuan Agung III Malaysia, Sayyid Putera adalah raja Perlis. Gubernur Serawak yang ketiga, Tuanku Haji Bujang ialah berasal dari keluarga Al-Aydrus.

Kedudukan para sayyid di negeri ini yang turun-temurun menyebabkan mereka telah menjadi anak negeri di mana mereka berdiam. Kebanyakan dari mereka menjadi ulama dan ada juga yang berdagang. Mereka datang dari Hadramaut dari keturunan Imam Isa al-Muhajir dan al-Faqih al-Muqaddam. Mereka datang kemari dari berbagai keluarga.

Yang kita banyak kenal dari mereka ialah dari keluarga As-Segaf, Al-Kaff, Al-Athas, Bin Syekh Abubakar, Al-Habsyi, Bafaqih, Al-Aydrus, Al-Haddad, Bin Smith, Jamalullail, Al-Aidid, Al-Jufri, Bin Syahab, Al-Qadri, Albar, Al-Mussawa, Gathmir, Bin Aqil, Al-Hadi, Al-Zahir, Basyaiban, Ba’abud, Bin Yahya dan lain-lain.

Orang-orang dari Arab khususnya Hadramaut mulai datang secara masal ke Nusantara pada tahun-tahun terakhir diabad 18, sedangkan kedatangan mereka di pantai Malabar jauh lebih awal. Pemberhentian mereka yang pertama adalah di Aceh.

Dari sana mereka lebih memilih pergi ke Palembang dan Pontianak. Orang-orang Arab mulai banyak menetap di Jawa setelah tahun 1820 Masehi, dan qabilah-qabilah mereka baru tiba di bagian Timur Nusantara pada kisaran tahun 1870 Masehi.

Pendudukan Singapura oleh Inggris pada tahun 1819 Masehi dan kemajuan besar dalam bidang perdagangan membuat kota itu menggantikan kedudukan Aceh sebagai perhentian pertama dan titik pusat imigrasi bangsa-bangsa Arab.
Semenjak pembangunan pelayaran kapal uap di antara Singapura dan Arab, Aceh sudah menjadi tidak penting lagi..

Di pulau Jawa terdapat enam qabilah besar Arab, yaitu di Batavia yang sekarang dikenal dengan nama Jakarta, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Tegal, dan Surabaya. Di Madura hanya ada satu yaitu di Sumenep. Qabilah Arab di Surabaya dianggap sebagai pusat qabilah di pulau Jawa bagian Timur.

Qabilah Arab lainnya yang cukup besar berada di Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, Bangil, Besuki dan Banyuwangi. Qabilah Arab di Besuki mencakup pula orang Arab yang menetap di kota Panarukan dan Bondowoso.

Qabilah-qabilah Arab Hadramaut khususnya Alawiyin yang berada lokasi pesisir tetap menggunakan nama-nama qabilah mereka, sedangkan Alawiyin yang tidak dapat pindah ke pesisir karena berbagai sebab, Mereka berganti nama dengan nama-nama Jawa, mereka banyak yang berasal dari keluarga Ba’bud, Basyaiban, Bin Yahya dan lainnya.

Sumber :

Kitab Syamsud Dhahiroh, Kitab Aqidatul Awwam dan berbagai sumber lainnya

Read More ->>

Minggu, 14 Mei 2017

3 Orang Selamat Di Akhir Zaman

*3 ORANG YANG AKAN SELAMAT DI AKHIR ZAMAN*

Dari Sayidina Umar bin Khatthab bahwa Nabi Muhammad saw bersabda :

ﺇﻧﻪ ﺗﺼﻴﺐ ﺃﻣﺘﻲ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻣﻦ ﺳﻠﻄﺎﻧﻬﻢ ﺷﺪﺍﺋﺪ ، ﻻ ﻳﻨﺠﻮ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺭﺟﻞ ﻋﺮﻑ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻓﺠﺎﻫﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻠﺴﺎﻧﻪ ﻭﻳﺪﻩ ﻭﻗﻠﺒﻪ ، ﻓﺬﻟﻚ ﺍﻟﺬﻱ ﺳﺒﻘﺖ ﻟﻪ ﺍﻟﺴﻮﺍﺑﻖ،

ﻭﺭﺟﻞ ﻋﺮﻑ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﺼﺪﻕ ﺑﻪ،

ﻭﺭﺟﻞ ﻋﺮﻑ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺴﻜﺖ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻓﺈﻥ ﺭﺃﻯ ﻣﻦ ﻳﻌﻤﻞ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﺃﺣﺒﻪ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺇﻥ ﺭﺃﻯ ﻣﻦ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﺒﺎﻃﻞ ﺃﺑﻐﻀﻪ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻓﺬﻟﻚ ﻳﻨﺠﻮ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﻄﺎﻧﻪ ﻛﻠﻪ

Umatku di akhir zaman akan mengalami berbagai cobaan yang sangat berat dari penguasa mereka. Yang akan selamat dari cobaan berat itu hanyalah :

1. orang yang mengerti agamanya Allah swt, lalu dia berjuang untuk meninggikan agama Allah swt dengan lisan, tangan dan hatinya. Orang ini adalah orang yang sebelumnya sudah mendapatkan ketetapan kebahagiaan.

2. Orang yang mengerti agamanya Allah swt, lalu dia menyuarakan kebenarannya (dengan Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar).

3. Orang yang mengerti agamanya Allah swt, lalu dia diam (no comment dan hanya ingkar dengan hatinya), tapi ketika dia melihat orang berbuat baik dia senang dan ketika melihat orang yang berbuat Batil dia membencinya. Dia juga akan selamat dengan sebab ingkar yang dia simpan dalam hatinya.

~ ﻣﺮﻗﺎﺓ ﺍﻟﻤﻔﺎﺗﻴﺢ ﺷﺮﺡ ﻣﺸﻜﺎﺓ ﺍﻟﻤﺼﺎﺑﻴﺢ، ٣٢٢٢ - ٣٢٢٣، ﻟﻤﻼ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺳﻠﻄﺎﻥ ﺍﻟﻘﺎﺭﻱ، ﻭﺭﻭﻱ ﻣﺜﻠﻪ ﻓﻲ ﺟﺎﻣﻊ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﻭﺍﻟﺤﻜﻢ ، ٢٤٤ ، ﻻﺑﻦ ﺭﺟﺐ ﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻲ

Read More ->>

Nahi Mungkar

*.::  LENYAP.. DAN BERHAMBURAN SEPERTI DEBU  ::.*

*Bismillaah.. wal hamdulillaah..*
*As sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah..*

Saudaraku, mungkin di antara kita saat ini ada yang sudah sampai kepada derajat/tingkatan sangat mudah melakukan berbagai macam amal shalih bahkan bisa merasakan nikmatnya beramal. -Mudah-mudahan kita semua sudah sampai tingkatan ini atau segera bisa sampai kepada derajat mulia ini, Aamiin-. Dengan demikian, kebaikan sedikit demi sedikit tertumpuk dalam timbangan amal kebaikan dan mengisi lembar demi lembar dalam kitab catatan amal.

Tapi, terbayangkah kita dengan sesuatu yang ternyata menggerogoti kebaikan-kebaikan kita itu sampai pada akhirnya habis ludes tidak menyisakan kebaikan barang sedikitpun. Mengerikan bukan?

عَنْ ثَوْبَانَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ ، أَنَّهُ قَالَ : لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا ، فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ، قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، صِفْهُمْ لَنَا ، جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ ، وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ ، قَالَ : أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ ، وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ ، وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ ، وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللهِ انْتَهَكُوهَا. سنن ابن ماجة ـ 4245- قال الشيخ الألباني : ( صحيح ) الجامع الصغير وزيادته - 13130 -

Dari Tsauban, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: Sungguh benar-benar aku akan memberitahukan kepada kalian tentang beberapa kaum dari kalangan umatku yang kelak datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung-gunung tihamah berwarna putih, lantas Allah menjadikannya seperti debu yang bertebaran (lenyap). Tsauban berkata: Wahai Rasulullah, sebutkan ciri mereka kepada kami, jelaskan panjang lebar perihal mereka kepada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka tanpa kami sadari. Beliau bersabda: Ketahuilah, mereka adalah saudara-saudara kalian (orang islam), dan dari keturunan kalian, mereka pun shalat di sebagian waktu malam seperti kalian. Akan tetapi, mereka adalah kaum-kaum yang tatkala bersepi / bersendiri dengan sesuatu yang diharamkan oleh Allah, mereka kemudian menerjangnya. HR Ibnu Majah 4245, Shahih.

فتاوى الشبكة الإسلامية (2/ 4542)
والمراد بهؤلاء: من يبتعد عن المعصية ويتظاهر بالصلاح مراعاة للناس، وأمام أعينهم، وبمجرد أن يخلو بنفسه ويغيب عن أعين الناس سرعان ما ينتهك حرمات الله، فهذا قد جعل الله سبحانه أهون الناظرين إليه، فلم يراقب ربه، ولم يخش خالقه، كما راقب الناس وخشيهم، أما من يجاهد لترك المعاصي، ولكن قد يضعف أحياناً من غير مداومة على مواقعة المحرمات، ولا إصرار عليها، فيرجى ألا يكون داخلاً في ذلك.

Yang dimaksud adalah orang yang menghidari perbuatan manusia supaya tampak shalih di hadapan manusia. Namun, saat mereka bersendiri, dan tidak ada seorang pun yang melihatnya, dia segera menerjang hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Dia menganggap enteng penglihatan Allah, tidak merasa sedang dalam pengawasan tuhannya, tidak ada rasa takut terhadap Penciptanya sebagaimana dia merasa diawasi oleh manusia dan khawatir bila terlihat oleh mereka.

Adapun orang yang senantiasa berkomitmen untuk meninggalkan maksiat, namun kadang-kadang dia lemah iman sehingga terjerumus kepada perbuatan maksiat dan tidak terus-menerus, mudah-mudahan tidak termasuk dalam hadits tersebut. (Fatawa Asy-Syabakah Al-Islamiyyah 2/4542)

Mari, kita berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk tidak bermaksiat dan menerjang hal-hal yang dilarang dan diharamkan oleh Allah. Barangsiapa bersungguh-sungguh untuk senantiasa berada di jalan ketaatan, insyaAllah akan ditolong oleh Allah dan semakin dimudahkan untuk taat.

Betapa pentingnya membangun mindset bahwa Allah maha melihat. Dimanapun, kapanpun, dalam keadaan apapun kita senantiasa dalam pengawasan Allah. Malaikat pencatat amal selalu bersanding di kanan kiri kita siap mencatat segala perbuatan kita.

*Shallallaahu 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad..*
*Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin..*

Read More ->>

About Me

maqolun náhihuin
Lihat profil lengkapku