Rabu, 29 Maret 2017

Hukum Memajang Foto/Gambar

_Apakah benar malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada foto yang terpajang?_

*Jawaban :*

Ada Hadits Rasulullah saw yang menyatakan bahwa Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar.

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, telah bercerita kepada kami  Qutaibah bin Sa’id, ia telah bercerita kepada kami Laits dari Bakir dari Busr bin Sa’id dari Zaid bin Khalid dari Abi Thalhah yang merupakan sahabat Nabi, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda:

“Sesungguhnya para Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar”. (Hr. Muslim)

Disini para Ulama’ berbeda pendapat dalam memahami dan menyikapi Hadits tersebut.

Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf An Nawawi mengutip pernyataan Imam Al Khatabi yang menyatakan bahwa yang dimaksud Malaikat dalam Hadits tersebut adalah Malaikat yang menurunkan rahmat dan berkah, bukan Malaikat penjaga (Rakib dan ‘Atid). Sebab Malaikat penjaga tidak pernah terpisah bahkan dari orang yang sedang junub sekalipun.

Imam Al Khatabi juga menuturkan bahwa yang dimaksud dengan gambar tersebut adalah gambar sesuatu yang memiliki nyawa, baik ditempelkan ditembok, diatap atau dibaju.

As Sayyid Muhammad ‘Alwi Al Maliki di dalam kitabnya (Majmu’ Fatawa War Rasail) mengemukakan pendapatnya yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan gambar yang haram dipajang didalam rumah adalah gambar 3 dimensi yang memiliki bayang-bayang yang apabila ditiupkan ruh, maka gambar tersebut akan hidup.

Salah seorang Ulama’ Kontemporer juga mengemukakan pendapat dengan sesi tanya jawab sebagaimana berikut:

Soal: Bagaimanakah hukum menggantungkan gambar (foto) didinding rumah agar tampak lebih indah?

Jawab: Ulama' ahli Fiqh berbeda pendapat mengenai hukum menggambar atau melukis dengan sinar (kamera) antara Makruh dan Haram.

Kandungan dari Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan yang lain yang sering ditampilkan di dalam kitab-kitab Fiqh menyatakan bahwa menggambar atau melukis dengan sinar (kamera) adalah diperbolehkan dengan ketentuan tidak mengandung unsur yang diharamkan.

Maka dari itu pula hukum menempelkan gambar didinding-dinding rumah adalah diperbolehkan selama tidak mengandung unsur yang diharamkan. Wallahu A’lam bis Shawab.

ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻤﻬﺬﺏ ج ٢ ص ١٥٧
ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﺑﺎﺳﻨﺎﺩ ﺟﻴﺪ ﻋﻦ ﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ‏( ﻻ ﺗﺪﺧﻞ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺑﻴﺘﺎ ﻓﻴﻪ ﺻﻮﺭﺓ ﻭﻻ ﺟﻨﺐ ﻭﻻ ﻛﻠﺐ ‏) ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺨﻄﺎﺑﻰ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻨﺰﻟﻮﻥ ﺑﺎﻟﺮﺣﻤﺔ ﻭﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻻ ﺍﻟﺤﻔﻈﺔ ﻻﻧﻬﻢ ﻻ ﻳﻔﺎﺭﻗﻮﻥ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﻭﻻ ﻏﻴﺮﻩ : ﻗﺎﻝ ﻭﻗﻴﻞ ﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﺑﺎﻟﺠﻨﺐ ﻣﻦ ﺃﺻﺎﺑﺘﻪ ﺟﻨﺎﺑﺔ ﻓﺄﺧﺮ ﺍﻻﻏﺘﺴﺎﻝ ﺇﻟﻰ ﺣﻀﻮﺭ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻟﻜﻨﻪ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﺍﻟﺬﻯ ﻳﺘﻬﺎﻭﻥ ﺑﺎﻟﻐﺴﻞ ﻭﻳﺘﺨﺬ ﺗﺮﻛﻪ ﻋﺎﺩﺓ ﻻﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ‏( ﻛﺎﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻫﻮ ﺟﻨﺐ ﻭﻳﻄﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﻧﺴﺎﺋﻪ ﺑﻐﺴﻞ ﻭﺍﺣﺪ ‏) : ﻗﺎﻝ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻜﻠﺐ ﻓﻬﻮ ﺃﻥ ﻳﻘﺘﻨﻲ ﻛﻠﺒﺎ ﻟﻐﻴﺮ ﺍﻟﺼﻴﺪ ﻭﺍﻟﺰﺭﻉ ﻭﺍﻟﻤﺎﺷﻴﺔ ﻭﺣﺮﺍﺳﺔ ﺍﻟﺪﺍﺭ : ﻗﺎﻝ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺼﻮﺭﺓ ﻓﻬﻲ ﻛﻞ ﻣﺼﻮﺭ ﻣﻦ ﺫﻭﺍﺕ ﺍﻻﺭﻭﺍﺡ ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺟﺪﺍﺭ ﺃﻭ ﺳﻘﻒ ﺃﻭ ﺛﻮﺏ ﻫﺬﺍ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﺨﻄﺎﺑﻲ ﻭﻓﻰ ﺗﺨﺼﻴﺼﻪ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﺑﺎﻟﻤﺘﻬﺎﻭﻥ ﻭﺍﻟﻜﻠﺐ ﺑﺎﻟﺬﻯ ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻗﺘﻨﺎﺅﻩ ﻧﻈﺮ ﻭﻫﻮ ﻣﺤﺘﻤﻞ

ﻣﺠﻤﻌﻮﻉ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﻭﺭﺳﺎﺋﻞ ﺻــ ٢١٣
ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﺬﻩ ﺻﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﻮﻧﻴﺔ ﺍﻟﻜﺎﻣﻠﺔ ﺍﻟﺘﻰ ﻻﻇﻞ ﻟﻬﺎ ﻓﻬﺎ ﻫﻨﺎ ﺗﻔﺼﻴﻞ ﻭﻫﻮ ﺃﻧﻬﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻰ ﻣﺤﻞ ﻣﻤﺘﻬﻦ ﻛﺒﺴﺎﻁ ﻭﺣﺼﻴﺮ ﻭﻭﺳﺎﺩﺓ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻛﺎﺗﻨﺖ ﻣﺒﺎﺣﺔ ﺍﻳﻀﺎ ﻓﻰ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻻﺭﺑﻌﺔ ﺇﻻ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻓﻌﻞ ﻫﺬﻩ ﺧﻼﻑ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻭﻟﻴﺲ ﻣﻜﺮﻭﻫﺎ

ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻋﻠﻰ ﻣﺴﻠﻢ ج ١٤ ص ٨١
ﺑﺎﺏ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﺗﺼﻮﻳﺮ ﺻﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻭﺗﺤﺮﻳﻢ ﺍﺗﺨﺎﺫ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﺻﻮﺭﺓ ﻏﻴﺮ ﻣﻤﺘﻬﻨﺔﺑﺎﻟﻔﺮﺵ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻭﺃﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻻﻳﺪﺧﻠﻮﻥ ﺑﻴﺘﺎ ﻓﻴﻪ ﺻﻮﺭﺓ ﺃﻭ ﻛﻠﺐ ‏)
‏[ 2104 ‏] ﻗﺎﻝ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺗﺼﻮﻳﺮ ﺻﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺣﺮﺍﻡ ﺷﺪﻳﺪ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ﻷﻧﻪ ﻣﺘﻮﻋﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻮﻋﻴﺪ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻓﻰ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭﺳﻮﺍﺀ ﺻﻨﻌﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﻤﺘﻬﻦ ﺃﻭ ﺑﻐﻴﺮﻩ ﻓﺼﻨﻌﺘﻪ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﻜﻞ ﺣﺎﻝ ﻷﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﻀﺎﻫﺎﺓ ﻟﺨﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺳﻮﺍﺀ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻰ ﺛﻮﺏ ﺃﻭ ﺑﺴﺎﻁ ﺃﻭﺩﺭﻫﻢ ﺃﻭ ﺩﻳﻨﺎﺭ ﺃﻭ ﻓﻠﺲ ﺃﻭ ﺍﻧﺎﺀ ﺃﻭ ﺣﺎﺋﻂ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻭﺃﻣﺎ ﺗﺼﻮﻳﺮ ﺻﻮﺭﺓ ﺍﻟﺸﺠﺮ ﻭﺭﺣﺎﻝ ﺍﻻﺑﻞ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻤﺎ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻪ ﺻﻮﺭﺓ ﺣﻴﻮﺍﻥ ﻓﻠﻴﺲ ﺑﺤﺮﺍﻡ ﻫﺬﺍ ﺣﻜﻢ ﻧﻔﺲ ﺍﻟﺘﺼﻮﻳﺮ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﺗﺨﺎﺫ ﺍﻟﻤﺼﻮﺭ ﻓﻴﻪ ﺻﻮﺭﺓ ﺣﻴﻮﺍﻥ ﻓﺎﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﻌﻠﻘﺎ ﻋﻠﻰ ﺣﺎﺋﻂ ﺃﻭ ﺛﻮﺑﺎ ﻣﻠﺒﻮﺳﺎ ﺃﻭ ﻋﻤﺎﻣﺔ ﻭﻧﺤﻮﺫﻟﻚ ﻣﻤﺎ ﻻﻳﻌﺪ ﻣﻤﺘﻬﻨﺎ ﻓﻬﻮ ﺣﺮﺍﻡ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻰ ﺑﺴﺎﻁ ﻳﺪﺍﺱ ﻭﻣﺨﺪﺓ ﻭﻭﺳﺎﺩﺓ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻤﺎ ﻳﻤﺘﻬﻦ ﻓﻠﻴﺲ ﺑﺤﺮﺍﻡ ﻭﻟﻜﻦ ﻫﻞ ﻳﻤﻨﻊ ﺩﺧﻮﻝ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻓﻴﻪ ﻛﻼﻡ ﻧﺬﻛﺮﻩ ﻗﺮﻳﺒﺎ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻﻓﺮﻕ ﻓﻰ ﻫﺬﺍ ﻛﻠﻪ ﺑﻴﻦ ﻣﺎﻟﻪ ﻇﻞ ﻭﻣﺎﻻﻇﻞ ﻟﻪ ﻫﺬﺍ ﺗﻠﺨﻴﺺ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻭﺑﻤﻌﻨﺎﻩ ﻗﺎﻝ ﺟﻤﺎﻫﻴﺮ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻭﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﻭﻣﻦ ﺑﻌﺪﻫﻢ ﻭﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻟﺜﻮﺭﻯ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺑﻰ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻭﻗﺎﻝ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻧﻤﺎ ﻳﻨﻬﻰ ﻋﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻇﻞ ﻭﻻﺑﺄﺱ ﺑﺎﻟﺼﻮﺭ ﺍﻟﺘﻰ ﻟﻴﺲ ﻟﻬﺎ ﻇﻞ ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺬﻫﺐ ﺑﺎﻃﻞ ﻓﺎﻥ ﺍﻟﺴﺘﺮ ﺍﻟﺬﻯ ﺃﻧﻜﺮ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺍﻟﺼﻮﺭﺓ ﻓﻴﻪ ﻻ ﻳﺸﻚ ﺃﺣﺪ ﺃﻧﻪ ﻣﺬﻣﻮﻡ ﻭﻟﻴﺲ ﻟﺼﻮﺭﺗﻪ ﻇﻞ ﻣﻊ ﺑﺎﻗﻰ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻤﻄﻠﻘﺔ ﻓﻰ ﻛﻞ ﺻﻮﺭﺓ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺰﻫﺮﻱ ﺍﻟﻨﻬﻰ ﻓﻰ ﺍﻟﺼﻮﺭﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻤﻮﻡ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﻣﺎﻫﻰ ﻓﻴﻪ ﻭﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺬﻯ ﻫﻲ ﻓﻴﻪ ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻧﺖ ﺭﻗﻤﺎ ﻓﻰ ﺛﻮﺏ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﺭﻗﻢ ﻭﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻰ ﺣﺎﺋﻂ ﺃﻭ ﺛﻮﺏ ﺃﻭ ﺑﺴﺎﻁ ﻣﻤﺘﻬﻦ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﻣﻤﺘﻬﻦ ﻋﻤﻼ ﺑﻈﺎﻫﺮ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻻﺳﻴﻤﺎ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﻨﻤﺮﻗﺔ ﺍﻟﺬﻯ ﺫﻛﺮﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺬﻫﺐ ﻗﻮﻯ

ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻷﺯﻫﺮ ج ٧ ص ٢٢٠
ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ
... ﺛﺎﻧﻴﺎ ﺗﻄﻠﺐ ﺍﻹﻓﺎﺩﺓ ﻋﻦ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﺍﻟﺘﻰ ﺗﻌﻠﻖ ﺑﺤﻮﺍﺋﻂ ﺍﻟﻤﻨﺎﺯﻝ ﺑﻘﺼﺪ ﺍﻟﺰﻳﻨﺔ .
ﻫﻞ ﻫﻰ ﺣﻼﻝ ﺃﻡ ﺣﺮﺍﻡ ﻭﻫﻞ ﺗﻤﻨﻊ ﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﻤﻨﺎﺯﻝ ﻭﺑﻴﺎﻥ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﺍﻟﺸﺮﻋﻰ ﻓﻰ ﺫﻟﻚ
ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ
...
ﻋﻦ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﺍﻟﺜﺎﻧﻰ ﻙ ﺍﺧﺘﻠﻒ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻓﻰ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺮﺳﻢ ﺍﻟﻀﻮﺋﻰ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻭﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ، ﻭﺍﻟﺬﻯ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻨﺒﻮﻳﺔ ﺍﻟﺸﺮﻳﻔﺔ ﺍﻟﺘﻰ ﺭﻭﺍﻫﺎ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺴﻨﻦ ﻭﺗﺮﺩﺩﺕ ﻓﻰ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻔﻘﻪ، ﺃﻥ ﺍﻟﺘﺼﻮﻳﺮ ﺍﻟﻀﻮﺋﻰ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﻭﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﺍﻵﻥ ﻭﺍﻟﺮﺳﻢ ﻛﺬﻟﻚ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻪ، ﺇﺫﺍ ﺧﻠﺖ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﻭﺍﻟﺮﺳﻮﻡ ﻣﻦ ﻣﻈﺎﻫﺮ ﺍﻟﺘﻌﻈﻴﻢ ﻭﻣﻈﻨﺔ ﺍﻟﺘﻜﺮﻳﻢ ﻭﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭﺧﻠﺖ ﻛﻠﺬﻟﻚ ﻋﻦ ﺩﻭﺍﻓﻊ ﺗﺤﺮﻳﻚ ﻏﺮﻳﺰﺓ ﺍﻟﺠﻨﺲ ﻭﺇﺷﺎﻋﺔ ﺍﻟﻔﺤﺸﺎﺀ ﻭﺍﻟﺘﺤﺮﻳﺾ ﻋﻠﻰ ﺍﺭﺗﻜﺎﺏ ﺍﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ .

ﻭﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﻳﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﺗﻌﻠﻴﻖ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﻨﺎﺯﻝ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻪ ﻣﺘﻰ ﺧﻠﺖ ﻋﻦ ﻣﻈﻨﺔ ﺍﻟﺘﻌﻈﻴﻢ ﻭﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ، ﻭﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﺳﻮﻡ ﺍﻟﺘﻰ ﺗﺤﺮﺽ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﺴﻖ ﻭﺍﻟﻔﺠﻮﺭ ﻭﺍﺭﺗﻜﺎﺏ ﺍﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ .
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ

Read More ->>

Kemenangan Islam

ISLAM PASTI MENANG DENGAN SYARAT......

Dalam surat ali-Imrom ayat 111 Allah subhanahu wa ta'ala memberikan 3 kabar gembira dan jaminan kepada Ummat Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam:

1. Musuh2 kaum muslimin dari Ummat Muhammad  Shollallahu alaihi wa Sallam tidak akan bisa memberikan kemudhorratan kepada kaum muslimin kecuali hanya sebatas gangguan sedikit saja seperti gangguan berupa lisan, cacian dll tidak sampai menghancurkan dan melenyapkan kekuatan Ummat islam, Alloh Subhanahu wa ta'ala berfirman :
لن يضروكم إلا أذى

2. Mereka Orang Ahlul kitab ( Yahudi dan Nashrani) seandainya menyerang orang-orang mukmin ashshodiqiin maka kemenangan akan di miliki oleh orang mukmin dan sebaliknya kekalahan akan menimpa mereka Yahudi dan nashrani, Allah berfirman :
وإن يقاتلوكم يولوكم الأدبار

3. Setelah Mereka orang kafir kalah maka mereka kaum yahudi dan nashrani tidak akan mempunyai kekuatan untuk membalas dendam atas kekalahan mereka kepada kaum muslimin, Allah berfirman :
ثم لا ينصرون

Abuya Assayyid Muhammad bin Alawi Almaliki Rohimahu Allah berkata : 
"Hanya Saja kabar gembira dan jaminan yang sangat agung di atas bisa di dapatkan oleh kaum muslimin dengan 2 syarat yang di sebut oleh Allah dalam ayat sebelumnya ( ali-Imrom 110) :
1. Menjaga keimanan yang sempurna pada Allah
وتؤمنون بالله

2. Selalu mengajak pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran
تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر

Janji Allah selamanya tidak akan pernah meleset, Sungguh Allah telah memberikan jaminan ini dan kabar gembira ini pada Orang-orang sholeh dulu ketika mereka semua Iman kepada Allah dengan keimanan yang sempurna dan mereka bisa selalu mengajak pada kebaikan dan mencegah dari perbuatan Mungkar.

Tapi kita kaum muslimin pada hari ini berubah keadaannya, yang asalnya hidup dengan aman sentosa, mulia di mata orang kafir kemudian menjadi buruk keadaannya, Allah memberikan kekuasaan kepada kaum muslimin seorang pimpinan yang tidak punya rasa takut dan belas kasihan pada kaum muslimin. Ini disebabkan kita semberono, enteng dalam beragama, teledor dalam menjaga sholat, makan riba sudah biasa, terlena dengan bermacam - macam kesenangan dunia, bercerai berai menjadi bermacam- macam kelompok, ormas, meninggalkan tugas mulia yaitu mengajak pada kebaikan dan mencegah dari perbuatan mungkar, kita berbelas kasihan dengan orang kafir tapi sebaliknya keras, kaku bahkan saling mengkafirkan antar sesama mukmin.

Ini potret kehidupan kaum muslimin pada hari ini, Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala menjaga kita kaum muslimin  dan mengembalikan kemuliaan kita di mata orang kafir dengan sama-sama introspeksi diri  dan melepas rasa ego kita Amin ya Robbal alamin.

Ref:
Kitab
خصائص الأمة المحمدية لابوي السيد محمد بن علوي المالكي الحسني رحمه الله تعالى رحمة الارار

Read More ->>

Hukum Shalat Witir

Shalat witir boleh dilakukan sebelum tidur, asalkan ia sudah melakukan Shalat Isya'.

Namun mengenai mana yang lebih utama antara mengerjakannya sebelum tidur atau sesudah tidur adalah tergantung orangnya, jika bisa bangun sebelum waktu subuh baik bangun sendiri maupun dibangunkan orang lain maka sebaiknya witirnya setelah tidur. Dan bagi orang yang diperkirakan tidak bisa bangun sebelum waktu sholat subuh maka sebaiknya melakukan Shalat witir sebelum tidur.

Wa Qila (dan diriwayatkan) yang lebih utama adalah melakukan witir sebelum tidur secara Mutlak berdasarkan Hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari abu hurairoh yg berkata : " Rasululloh shollallohu alaihi wasallam memerintahkanku shalat witir sebelum aku tidur. "

Sahabat abu bakar witir dulu sebelum tidur sedangkan sahabat umar tidur dulu kemudian baru witir. Sahabat usman melakukan yang sama dengan abu bakar sedangkan sahabat ali melakukan yang sama dengan sahabat umar. Dan Imam syafi'i memilih apa yang dilakukan oleh sahabat abu bakar rodhiyallohu anhum ajma'iin. Wallohu a'lam.

Kitab fathul mu'in :

فرع يسن لمن وثق بيقظته قبل الفجر بنفسه أو غيره أن يؤخر الوتر كله لا التراويح عن أول الليل وإن فاتت الجماعة فيه بالتأخير في رمضان لخبر الشيخين [البخاري رقم: 998, مسلم رقم: 751] "اجعلوا آخر صلاتكم بالليل وترا".

وتأخيره عن صلاة الليل الواقعة فيه. ولمن لم يثق بها أن يعجله قبل النوم ولا يندب إعادته. ثم إن فعل الوتر بعد النوم حصل له به سنة التهجد أيضا وإلا كان وترا لا تهجدا.

وقيل: الأولى أن يوتر قبل أن ينام مطلقا ثم يقوم ويتهجد لقول أبي هريرة رضي الله عنه: أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أوتر قبل أن أنام رواه الشيخان [البخاري رقم: 1981, مسلم رقم: 712] .

وقد كان أبو بكر رضي عنه يوتر قبل أن ينام ثم يقوم ويتهجد وعمر رضي الله عنه ينام قبل أن يوتر ويقوم ويتهجد ويوتر.

فترافعا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: هذا أخذ بالحزم يعني أبا بكر وهذا أخذ بالقوة يعني عمر [أبو داود رقم: 1434] .

وقد روي عن عثمان مثل فعل أبي بكر وعن علي مثل فعل عمر رضي الله عنهم. قال في الوسيط: واختار الشافعي فعل أبي بكر رضي الله عنه.

 

Read More ->>

Takdir

*Takdir*

ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ ﻛَﺎﻥَ ﻭَ ﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺃَﺷَﺄْ *** ﻭَ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ ﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﺸَﺄْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ

Apa Yang Engkau Kehendaki Pasti Terjadi Kendatipun Tidak Aku Kehendaki «» Apa Yang Aku Kehendaki Jika Engkau Tidak Hendaki Pastilah Tidak Terjadi.

ﺧَﻠَﻘْﺖَ ﺍﻟﻌِﺒَﺎﺩَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻋَﻠِﻤْﺖَ *** ﻓَﻔِﻲْ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﻳَﺠْﺮِﻱ ﺍﻟْﻔَﺘَﻰ ﻭَ ﺍﻟْﻤُﺴِﻦْ

Telah Engkau Ciptakan Hamba-HambaMu Seseuai Dengan Ilmu-Mu «» Di Dalam Ilmu-Mu Berlangsung Kehidupan Orang Muda dan Tua

ﻋَﻠَﻰ ﺫَﺍ ﻣَﻨَﻨْﺖَ ﻭَ ﻫَﺬَﺍ ﺧَﺬَﻟْﺖَ *** ﻭَ ﻫَﺬَﺍ ﺃَﻋَﻨْﺖَ ﻭَ ﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﺗُﻌِﻦْ

Kepada Ini Engkau Anugrahkan Dan Kepada Itu Engkau Hinakan «» Yang Ini Kau Tolong Yang itu Kau Bairkan

ﻓَﻤِﻨْﻬُﻢْ ﺷَﻘِﻲٌ ﻭَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺳَﻌِﻴْﺪٌ *** ﻭَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻗَﺒِﻴْﺢٌ ﻭَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺣَﺴَﻦٌ

Diantara Mereka Ada Yang Sengsara Diantara Mereka Ada Pula Yang Bahagia «» Diantara Mereka Ada Yang Buruk Diantara Mereka Ada Pula Yang Baik

Sumber ;
At-Tadzkiroh Imam Qurthuby http://www.islamicbook.ws/amma/altdkrt-llqrtbi-001.html

Read More ->>

Takdir Rezeki

“Hendaklah engkau tahu bahwa rezeki manusia itu telah dibagikan oleh Allah sebelum kita dilahirkan. Hal ini telah disebut secara jelas dalam Al-Kitab dan Hadis-hadis Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Bahkan, engkau pun tahu bahwa apa yang dibagikan-Nya tidak dapat diganti dan tidak pula diubah.

Jika engkau menolak pembagian tersebut dan berharap agar diubah, maka berarti engkau mendekati kekufuran. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari pikiran semacam itu.”

Jika engkau mengetahui pembagian rezeki dari Allah itu benar adanya dan tidak mungkin berubah karena suatu hal, lalu mengapa kita menghalalkan segala cara untuk mencari rezeki, hingga lupa halal dan haram? Bahkan, melupakan kewajiban untuk beribadah???

Gurunya Imam Al-Ghazali memberi nasihat, “Sesungguhnya apa yang ditakdirkan sebagai makanan yang engkau kunyah, maka tidak akan dikunyah oleh orang lain. Karena itu, makanlah bagian rezekimu itu dengan mulia, janganlah engkau memakannya dengan hina!”

[ Minhajul ‘Abidin ]

Read More ->>

About Me

maqolun náhihuin
Lihat profil lengkapku